RPJMD Mulai Dibahas, SKPD Digilir Gunakan E-Planning

611
Tahlis Gallang

ZONA BOLMONG – Pemerintah Kabupaten Bolmong mulai melaksanakan pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bertempat di ruang kerja Sekertaris Daerah Tahlis Gallang, Senin (10/6) kemarin.

Dalam agenda tersebut, perangkat daerah mulai digilir satu persatu untuk mempresentasikan RPJMD masing-msing unit kerja untuk disesuaikan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Bolmong periode 2017-2022.

Menurut Tahlis Gallang, mulai kemarin sesuai jadwal presentasi dan proyeksi RPJMD dimulai dari Dinas PU, Dinas Pertanian, BAPPEDA dan instansi lainnya. “Pembahasan per unit kerja ini langsung saya pimpin sehingga sebentar nanti hal-hal yang perlu disesuaikan dengan program dapat terintegrasi dengan visi menuju Bolmong Hebat. Itu langsung diuraikan dalam bentuk misi sehingga capaian dan tujuan dapat terukur,” ungkapnya.

Lanjut Tahlis, dalam pembahasan menggunakan e-planning mengenai definisi perencanaan dalam sebuah manajemen maupun organisasi. “Kita sudah langsung menggunakan e-planning, sudah tidak manual lagi. Sesudah dilantik di Bolmong, saya langsung membentuk tim dan masing-masing ada yang saya ambil dari Kotamobagu dan Boltim. Kemudian saya langsung membuat planning dan sudah dipraktikan dalam kegiatan ini. Sudah langsung diaplikasikan,” ujarnya.

Ditambahkan, pembahasan itu akan berjalan selama 10 hari ke depan. Dalam 5 tahun ke depan juga sudah ada targetnya setiap tahun. Namun menurutnya, untuk saat ini belum bisa terlihat capaiannya. Sebab, terkini baru 3 SKPD yang dibahas. “Prioritas targetnya belum bisa terlihat sampai hari ini. Nantinya dia bisa terlihat ketika semua SKPD selesai dibahas dalam 10 hari ke depan,” urainya.

Dijelaskan, dalam proses adaptasi planning, SKPD Bolmong masih agak lambat karena baru pertama kali menggunakan. “Ya, ini masih agak lambat, karena proses adaptasi para SKPD terhadap penggunaan planning ini. Tapi saya lihat ini pemahamannya lebih cepat, beda di Kotamobagu dan daerah lain. Sehingga ketika ditugaskan mereka langsung paham meng-input. Kalau di Bolmong memang harus tutorial terlebih dahulu, dan ini menjadi nilai tambah bagi pimpinan SKPD. Luar biasa memang saya apresiasi terhadap adaptasi mereka ini,” tutupnya.(gung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here