
ZONABMR.com — Tiga puluh tahun menekuni usaha kacang disko membuat Wiriati Paputungan (61), warga Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, memiliki pengalaman panjang dalam mempertahankan dan mengembangkan usaha.
Pengalaman itulah yang dibagikan Wiriati kepada pelaku UMKM dalam sesi berbagi dan pelatihan yang digelar Rumah BUMN Kotamobagu, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Langkah Merdeka: Bisnis Kacang Disko Camilan Tradisional Menuju Usaha Maju” tersebut digelar di Rumah BUMN Kotamobagu, Jalan Veteran, Kelurahan Motoboi Kecil, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WITA.
Kegiatan ini diselenggarakan Rumah BUMN Kotamobagu bekerja sama dengan Danantara Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), dengan format hybrid, yakni secara langsung dan daring melalui Zoom Meeting.
Wiriati yang merupakan owner Camilan Kacang Disco Motoboi Kecil dihadirkan sebagai narasumber utama untuk membagikan wawasan, pengalaman dan strategi dalam mengembangkan produk camilan tradisional agar dapat naik kelas.
Selama menjalankan usahanya, produk kacang disko Wiriati tidak hanya dipasarkan di sekitar Kotamobagu. Produknya telah menjangkau sejumlah supermarket dan pusat perbelanjaan, di antaranya Hypermart, Freshmart dan Swalayan Paris.
Pemasarannya juga telah menjangkau wilayah Manado hingga Gorontalo.
Namun, perjalanan usaha tersebut sempat menghadapi tantangan ketika pandemi Covid-19 melanda. Aktivitas produksi dan pemasaran tetap berjalan, tetapi Wiriati hanya membuat kacang disko ketika ada pesanan.
Memasuki 2026, Wiriati kembali aktif memasarkan produknya.
Saat diwawancarai ZONABMR.com, Wiriati mengatakan keberadaan Rumah BUMN menjadi energi baru bagi dirinya untuk kembali mengembangkan usaha sekaligus berbagi pengalaman dengan pelaku UMKM lainnya.

“Harapannya UMKM semakin maju dan berkembang. Kami juga berharap Rumah BUMN bisa memberikan fasilitas kepada UMKM berupa pelatihan dan pendampingan usaha,” ujar Wiriati.
Menurutnya, pelatihan dan pendampingan penting bagi pelaku UMKM agar tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga dapat mengembangkan usaha dan memperluas pemasaran.
Rumah BUMN Dorong UMKM Naik Kelas
Penanggung jawab Rumah BUMN Kotamobagu, Sitti Nurjannah Lobangon, mengatakan pandemi Covid-19 turut memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi, termasuk bagi pelaku UMKM.
Seiring waktu, kondisi ekonomi mulai berangsur pulih. Di sisi lain, muncul pula pelaku-pelaku UMKM baru yang membutuhkan pengetahuan dan pendampingan agar mampu mengembangkan usaha.
“Rumah BUMN hadir sebagai rumah bagi UMKM dan menjadi solusi terkait apa saja potensi yang daerah miliki untuk menjadi peluang usaha, serta apa saja kiat yang perlu dilakukan bagi pelaku UMKM agar usaha bisa naik kelas,” kata Sitti.
Sitti juga menjamin, Rumah BUMN berupaya menghadirkan tokoh maupun pelaku usaha yang memiliki pengalaman yang telah teruji sehingga kompeten untuk berbagi pengetahuan kepada pelaku UMKM.
Kehadiran Wiriati dalam kegiatan Langkah Merdeka menjadi salah satu bentuk upaya tersebut. Pengalaman selama tiga dekade menjalankan usaha kacang disko diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi pelaku UMKM lainnya, khususnya dalam mengembangkan produk lokal.
Selain berbagi pengalaman, Sitti menuturkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kemampuan pelaku UMKM agar dapat mengembangkan usahanya.
Rumah BUMN juga membuka akses pelatihan secara gratis melalui Zoom yang digelar oleh Rumah BUMN di berbagai daerah.
Memperkenalkan LinkUMKM
Selain pelatihan, Rumah BUMN turut memperkenalkan LinkUMKM by BRI, aplikasi berbasis bisnis yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM secara gratis.
“LinkUMKM memberikan fasilitas secara gratis bagi UMKM untuk meningkatkan keahlian, dengan berbagai modul pelatihan UMKM, konsultasi dengan pakar dan memahami kategori potensi bisnis melalui asesmen,” jelas Sitti.
Dikatakan Sitti, pendaftaran LinkUMKM dapat dilakukan melalui tautan https://linkumkm.id/register/rb?ref=sitti.nurjannah.lobangon maupun dengan memindai QR Code.

“Melalui aplikasi tersebut, UMKM dapat mengakses berbagai modul pelatihan, berkonsultasi dengan pakar serta mengetahui potensi bisnis dan kesiapan usaha untuk naik kelas melalui asesmen,” tutup Sitti.


