Sangadi Muntoi Klarifikasi Pemberitaan Keberatan Keluarga Korban Drag Race Upai

10
Sangadi Muntoi Klarifikasi Pemberitaan Keberatan Keluarga Korban Drag Race Upai
Sangadi Muntoi, Yuliana Kartika T. Tunggali. (Foto: Udi)

ZONABMR.com – Sangadi Muntoi, Yuliana Kartika T. Tunggali, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai keberatan keluarga korban musibah drag race Upai saat keluarga pembalap Tian Ngantung mengunjungi sejumlah korban, Jumat (21/8/2026) malam.

Yuliana mempertanyakan pemberitaan yang memuat keberatan keluarga korban tersebut. Ia meminta agar jalannya pertemuan dilihat dan didengarkan secara utuh melalui siaran langsung di akun Facebook atas nama Milea.

Ini ada live di akun FB atas nama Milea, mo nonton coba dengar deng lihat di situ kalau bagian mana,” kata Yuliana.

Menurutnya, kehadirannya dalam kunjungan tersebut bukan untuk membatasi keluarga korban menyampaikan keluhan. Ia mengaku hadir sebagai bagian dari keluarga yang mendampingi keluarga Tian Ngantung.

“Kita sebagai keluarga cuma mendampingi keluarga dari Tian untuk bersilaturahmi dengan keluarga korban, menyampaikan turut berduka cita, memohon maaf kepada keluarga serta meringankan beban duka keluarga,” ujarnya.

Dalam keterangannya, Yuliana juga mempertanyakan proses konfirmasi dalam pemberitaan tersebut dan menyampaikan bahwa dirinya merasa belum dikonfirmasi secara langsung mengenai persoalan yang diberitakan.

Kong bpk nda konfirmasi pa kita. Yang kedua bpk ada hadir deng ada dgr torang ada bacrita deng ada di live FB,” katanya.

Yuliana juga menanggapi keberatan keluarga korban yang sebelumnya disampaikan Murdani Pobela, suami salah satu korban yang meninggal dunia dalam musibah tersebut.

Murdani sebelumnya mengaku kecewa karena merasa tidak mendapatkan kesempatan menyampaikan persoalan secara utuh kepada keluarga Tian Ngantung. Ia mengatakan pembicaraannya terkait korban yang masih menjalani perawatan di RS Kandou Manado beberapa kali dipotong.

“Padahal saya hanya ingin menyampaikan mengenai salah satu korban yang masih dirawat di RS Kandou. Terkait administrasi korban ditanggung bersama keluarga pembalap dan pihak penyelenggara, tapi saat saya mau bicara selalu dipotong oleh Sangadi Muntoi,” ungkap Murdani.

Murdani mengatakan persoalan yang ingin disampaikan berkaitan dengan penanganan korban, termasuk administrasi dan pembiayaan korban yang masih menjalani perawatan.

Ia juga mempertanyakan kepastian santunan atau hak korban melalui Jasa Raharja, termasuk bagi mendiang istrinya yang menjadi salah satu korban dalam musibah drag race tersebut.

“Kami juga akan mempertanyakan bagaimana dengan asuransi dari Jasa Raharja bagi seluruh korban, termasuk almarhumah istri saya,” kata Murdani.

Murdani merasa kondisi tersebut membuat aspirasi keluarga korban tidak tersampaikan secara utuh. Ia berharap persoalan yang menyangkut korban dapat dibicarakan secara terbuka antara keluarga korban, keluarga pembalap, dan pihak penyelenggara.

Sementara itu, Yuliana meminta agar jalannya pertemuan turut dilihat melalui siaran langsung yang disebutnya berada di akun Facebook atas nama Milea. Hingga berita ini disusun, redaksi belum dapat memverifikasi secara independen isi siaran langsung tersebut karena akun diprivasi.

Terkait pernyataan Yuliana mengenai proses konfirmasi, redaksi mencatat klarifikasi tersebut sebagai bagian dari pemberitaan untuk memberikan ruang kepada pihak yang sebelumnya disebut dalam keluhan keluarga korban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here