Akademisi Dukung Wacana Walikota Pindah RKUD dari BSG

0
298
Akademisi Dukung Wacana Walikota Pindah RKUD dari BSG Kotamobagu
Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Pernyataan Walikota Tatong Bara yang mengisyaratkan akan memindahkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari Bank SulutGo (BSG) ke bank lain, mendapat dukungan dari akademisi Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK), Rey Simbala.

Menurutnya, sikap acuh tak acuh oleh jajaran direksi BSG menjadi alasan munculnya wacana walikota memindahkan RKUD dari BSG. “Menurut saya jika pihak Bank SulutGo tidak mampu memenuhi permintaan para pemegang saham terkait kejelasan komitmen yang berkaitan dengan kepentingan daerah, maka sifatnya wajib bagi Pemerintah Kota Kotamobagu untuk memindahkan RKUD ke bank lain,” ujarnya.

Lanjutnya, salah satu permintaan Pemkot Kotamobagu dan juga Pemkab Bolmong soal pengisian posisi strategis di jajaran BSG yang belum secara maksimal mengakomodir kader-kader Bolmong Raya, adalah hal yang wajar. Katanya, jika merujuk pada pembagian porsi, setidaknya ada putra-putri dari Bolmong Raya yang berada di jajaran komisaris ataupun direksi. “Sekitar 10 tahun terakahir tidak ada lagi nama orang Mongondow (BMR) yang berada pada level jajaran direksi. Menjadi hal yang sangat keliru jika alasannya hanya karena orang Mongondow tidak mampu bersaing atau berkompetisi pada level itu,” ujar Dosen Fakultas Ekonomi itu.

Sementara itu, Walikota Tatong Bara, mengungkapkan pihaknya mendorong agar segera dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa. “Kita ingin itu segera dilaksanakan, mengingat ada banyak hal yang akan dibahas, termasuk didalamnya soal kebijakan jajaran direksi,” ungkap walikota, usai apel korpri kemarin.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Inontat Makalalag, mengakui pihaknya siap menindaklanjuti pemindahan RKUD dari BSG jika itu sudah menjadi keputusan pimpinan. “Kalau terjadi demikian, maka semua transaksi keuangan Pemkot akan dipindah ke bank lain,” ujarnya.

Dijelaskannya, besaran dana Pemkot yang ada dalam RKUD tidak menentu. Sebab tergantung dengan dana transfer dari pusat seperti Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Umum (DAU). “Itu juga tergantung dengan transaksi per hari,” jelasnya. (ads/gito)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here