Anggaran Melimpah, Desa Kembangkan Potensi Lewat BUMDes

0
253
Anggaran Melimpah, Desa Kembangkan Potensi Lewat BUMDes Kotamobagu
Usaha Pertamini yang diolah BUMDes Kopandakan I.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa (Pemdes) melirik berbagai potensi yang ada di desa masing-masing untuk dikembangkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Di Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, pemerintah setempat memilih Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sebagai salah satu usaha yang dikembangkan lewat BUMDes.

Bendahara Desa Kopandakan I, Gita Ongking, mengatakan penyertaan modal untuk pengembangan usaha melalui BUMDes dialokasikan lewat dana desa tahun 2017 sebesar Rp150 juta yang dibagi dalam empat jenis usaha, seperti penjualan kue, pembuatan pangkalan gas LPG, peternakan ayam kampung dan pertamini. “Tahun ini tinggal kita kembangkan lagi,” katanya.

Sangadi (kepala desa, red) Kopandakan I, Muslim Tungkagi, mengungkapkan jenis usaha yang diolah lewat BUMDes tersebut merupakan hasil keputusan bersama antara pemerintah dan masyarakat lewat musyawarah desa.

“Kami berharap usaha ini bisa mendapatkan hasil yang baik dan menjadi sumber pendapatan desa yang dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat di sini,” harapnya.

Dijelaskannya, dipilihnya beberapa jenis usaha tersebut karena disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan, keberadaan pertamini tersebut akan bisa menjawab kebutuhan masyarakat soal BBM.

“Di sini banyak yang punya kendaraan baik roda dua, roda tida dan roda empat. Dengan adanya pertamini maka warga tak perlu lagi ke pusat kota untuk mendapatkan BBM karena di sini sudah ada,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Oesman Sapta Odang, meminta semua kepala desa untuk dapat memanfaatkan dana desa dengan baik. Selain untuk pembangunan infrastruktur dana yang diberikan pemerintah itu dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat desa lewat BUMDes.

“Semua desa harus punya BUMDes. Banyak potensi yang bisa dikembangkan, salah satunya pompa bensin. Ini penting agar BBM subsidi bisa sampai ke masyarakat dengan harga murah, karena banyak kejadian BBM bersubsidi sampai ke masyarakat dengan harga mahal,” katanya, saat memberi sambutan pada seminar regional undang-undang desa nomor 6 Tahun 2014 di Hotel Sutanraja Kotamobagu, pekan lalu. (ads/gito)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here