Angka Kasus Gantung Diri di BMR Meningkat

0
389

Angka Kasus Gantung Diri di BMR Meningkat Hukum

ZONA HUKRIM – Dalam dua tahun terakhir, laporan kasus gantung diri yang masuk Polres Bolmong terus mengalami peningkatan. Data dirangkum menguraikan, pada tahun 2014 terjadi 5 kasus, sedangkan tahun 2015 ada 8 kasus. Sementara hingga Agustus 2016 ini, tercatat sudah 5 kasus gantung diri terjadi di wilayah BMR.

Kasus tersebut di tahun 2014 terjadi di Kelurahan Pobundayan, Desa Langagon, Bintauna, Desa Salongo, serta Desa Lolak. Sedangkan tahun 2015, tepatnya bulan Maret kasus tersebut terjadi di Desa Dumoga, April di Desa Pusian dan Desa Werdiagung serta Desa Inobonto.

Masih di tahun yang sama, pada Agustus terjadi di Desa Passi Barat, Singsingon, serta Kelurahan Kobo Besar. Sedangkan pada bulan September kasus tersebut terjadi di wilayah Dumoga dan Desember di Desa Buyandi.

Untuk tahun 2016 ini, kasus bunuh gantung diri terjadi di wilayah Inobonto, Desa Bilalang, Desa Susato Bolmut, Desa Dodap dan Desa Dumoga.

Kasus bunuh diri itu cendrung dilakukan di tempat-tempat terbuka. Dari jumlah yang ada, 80 persen dilakukan oleh kalangan laki-laki. Untuk tingkat usia terbanyak dilakukan umur 40-70 tahun.

Kapolres Bolmong, AKBP William Simanjuntak melalui Kasubag Humas AKP Saiful Tammu mengatakan, kasus gantung diri di BMR diperkirakan karena adanya masalah dalam rumah tangga atau karena faktor gangguan kejiwaan.

“Diimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah BMR agar selalu sabar dan optimis dalam menghadapi setiap musibah dan masalah. Agama juga tidak membenarkan dalam situasi apapun untuk berputus asa kemudian bunuh diri,” ujar Tammu.

Reporter: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here