Banjir Terjang Delapan Desa di Bolmong

0
525
Banjir Terjang Delapan Desa di Bolmong Bolmong Headline
Tampak sejumlah rumah di Desa Mengkang Kecamatan Lolayan
yang terkena banjir

ZONA BOLMONG  – Banjir kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), tepatnya di tiga kecamatan yakni Kecamatan Dumoga Timur, Dumoga Tengah dan Lolayan. Sekitar 8 desa kelurahan di wilayah itu diterjang banjir yang terjadi dini hari tadi, Selasa (12/8).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dadang Nugroho, mengatakan, ketinggian air yang melanda desa dan kelurahan tersebut mencapai tiga meter, hingga menyebabkan sejumlah rumah hanyut serta ratusan terendam,

“Ada delapan desa dan kelurahan terkena banjir. Kami sekarang berada di lokasi banjir memantau kondisinya,” kata Dadang.

Data diperoleh, kedelapan desa dan kelurahan yang terkena banjir yaitu, Kelurahan Imandi, Desa Tonom dan Mogoyunggung Kecamatan Dumoga Timur. juga Desa Ibolian, Ibolian Satu dan Werdhi Agung Kecamatan Dumoga Tengah, serta Desa Mengkang dan Tanoyan Utara Kecamatan Lolayan

Penyebab banjir dikarenakan hujan yang mengguyur sejak malam, mengakibatkan  meluapnya sejumlah sungai. Tak hanya itu, lahan persawahan dan hewan ternak milik warga terendam dan hanyut.

“Tidak ada korban jiwa. Belum ada warga yang mengungsi. total kerugian masih sementara dikalkulasi, nanti datanya akan kami rilis,” ungkap Dadang, seraya menambahkan pihaknya juga langsung menyalurkan bantuan kepada warga korban banjir, “Kebutuhan warga berupa makanan dan obat-obatan mulai kita salurkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Harsono Mamonto warga Kelurahan Imandi menjelasakan, air tiba-tiba masuk ke perkampungan sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu, waga tertidur pulas. “Saat itu, saya sontak terbangun, karena teriakan warga yang panik, akibat air mulai masuk kerumah,” tutur Harsono.

Tambahnya, ketinggian air yang merendam kelurahan Imandi setinggi dua meter, “Yang paling parah di lingkungan empat,” ujar Harsono.

Selanjutnya, di  Desa Mengkang Kecamatan Lolayan, terinformasi tiga rumah milik warga hanyut diseret banjir. Arman Paputungan warga setempat, mengatakan air bercampur lumpur kental dan material menerjang rumah wargai. “Banjir menrjang rumah warga terjadi pada pagi hari. Kami terkejut dengan kejadian itu,” kata Arman.

Karena takut akan ancaman banjir susulan, warga mengungsi di tempat yang aman.”Kami berharap  pemerintah memperhatikan warga korban banjir,” kata Masita Gonibala, warga Desa Mengkang.

Peliput: Wiradi Gilalom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here