Banyak Perusahaan di Kotamobagu Mengupah Karyawan Tak Sesuai UMP

0
529
Banyak Perusahaan di Kotamobagu Mengupah Karyawan Tak Sesuai UMP Kotamobagu
Ilustrasi

ZONA KOTAMOBAGU – Masih banyaknya perusahaan yang tersebar di Kotamobagu, yang tidak memberikan upah kepada karyawannya sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2014 sebesar Rp 1,9 juta, mendapat perhatian khusus dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kotamobagu.

Kepala bidang (Kabid) Tenaga kerja (Naker) Wenda Damopolii mengatakan baru-baru ini pihaknya mengadakan sosialisasi tentang UU Ketenagakerjaan No 13 tahun 2003 kepada sekitar 100-an lebih perusahaan di Kota kotamobagu.

“Disosialisasikan lagi soal upah tenaga kerja, terkait tunjangan, uang lembur, dan banyak hal lainnya yang tidak diketahui oleh perusahaan,” ujarnya.

Dikatakannya, bahwa memang dari 100-an lebih perusahaan yang tersebar di Kotamobagu, hanya lima perusahaan yang masuk dalam kategori perusahaan besar dan mengupah karyawannya sesuai standard UMP.

“Diantaranya Paris superstore, dan empat perusahaan lainnya yang sudah menerapkan standard UMP, sementara untuk perusahaan kecil dan menengah memang masih banyak yang belum sesuai standard,” katanya.

Wenda mengatakan pula, salah satu kendala di daerah seperti Kotamobagu adalah belum adanya Dewan Pengupahan Kabupaten/kota.

“Dewan Pengupahan itu penting karena memberikan saran dan pengawasan kepada perusahaan terkait upah pekerja, namun masih diwacanakan juga, karena mengingat di Manado saja belum dibentuk,” tukasnya.(fahmi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here