Batalkan Operasi, Keluarga Pasien Kecam Pelayanan RSUD Datoe Binangkang

0
219
Batalkan Operasi, Keluarga Pasien Kecam Pelayanan RSUD Datoe Binangkang Kotamobagu
Matina Mamonto didampingi keluarga saat meninggalkan RSUD Datoe Binangkang

ZONA KOTAMOBAGU – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datoe Binangkang mendapat keluhan dan kecaman warga. Itu disusul adanya pembatalan operasi seorang pasien oleh pihak RSUD pada Jumat (30/10) pagi tadi.

Data dihimpun menyebutkan, pasien bernama Matina Mamonto (34), warga Desa Bongkudai awalnya dijadwalkan menjalani operasi pukul 09.00 WITA. Namun menjelang waktu operasi, pihak RSUD membatalkan secara sepihak.

“Tadi pagi saat keluarga melakukan persiapan jelang operasi saudara kami, dokter Wayan datang memberitahu operasi ditunda. Dengan alasan, ruangan operasi harus steril,” ungkap Risnawati Mamonto, salah satu keluarga yang mendampingi pasien saat ditemui zonabmr.com Jumat siang.

Lanjut Risnawati, dirinya pun merasakan kejanggalan dengan keterangan pihak RSUD yang berubah-ubah. Pasalnya saat ditanyakan lagi, Dokter Benny Gunadi yang bertanggung jawab kepada pasien selama di ruang rawat inap, beralasan penundaan tersebut dikarenakan belum mendapat persetujuan dari dokter ahli anestesi.

Karena keluarga terus mengajukan protes, siang harinya datang lagi dokter yang berbeda memberitahukan bahwa dokter ahli menemukan ada kelainan jantung pada pasien saat membaca hasil rekam jantung.

“Kami keberatan, dokter memberitahukan adanya kelainan jantung di depan pasien. Hingga membuat pasien syok,” kecam Risnawati yang sayangnya mengaku lupa memperhatikan nama sang dokter.

Pihaknya pun mempertanyakan soal ada pasien lain yang ternyata hari itu menjalani operasi. Mereka beranggapan, alas an pihak RSUD soal ruangan harus steril adalah kebohongan, apalagi melakukan penjadwalan ulang operasi, pada hari Senin pekan depan.

“Kenapa mengeluarkan jadwal operasi kalau ternyata hasil rekam jantung belum keluar. Sementara persiapan pasien untuk operasi seperti puasa telah dilakukan. Keluarga pun telah membeli darah untuk persiapan, tapi ternyata ditunda. Kami keluarga telah sepakat membawa pasien ke Manado, di sana pelayanannya lebih baik,” cecar Risnawati.

Terpisah salah satu perawat yang meminta namanya tidak dituliskan menyatakan, penundaan tersebut memang disebabkan karena dokter menemukan kelainan setelah membaca hasil rekam jantung pasien. Dan akan sangat beresiko, jika keluarga memaksa dilakukan operasi.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak dokter tersebut belum berhasil. Menurut keterangan sejumlah perawat, usai melakukan operasi para dokter tersebut langsung meninggalkan Rumah Sakit untuk beristirahat. Para perawat penanggung jawab bagian tempat pasien dirawat juga mengaku tidak mengetahui kejadian pagi itu karena mendapat shift sore.

Terpisah, Direktur RSUD Datoe Binangkang, Dokter Sahara Albugis saat dimintai keterangan membenarkan adanya penundaan jadwal operasi pasien Martina Mamonto. “Dalam rekam jantung ternyata ada gangguan irama jantung. Harus stabl dulu baru menjalani operasi,” terang Albugis.

Reporter: Iswahyudi Masloman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here