Belum Terima Gaji, Pegawai IAI Azmi Kotamobagu Minta Kejelasan Rektorat

0
310
Belum Terima Gaji, Pegawai IAI Azmi Kotamobagu Minta Kejelasan Rektorat Pendidikan
Muliadi Mokodompit

ZONA PENDIDIKAN – Belum diberikannya gaji pegawai rektorat Institut Agama Islam (IAI) Azmi Kotamobagu selama dua bulan terakhir membuat salah satu pegawai angkat bicara. Kepada wartawan, pegawai yang meminta namanya tak dikorankan menuntut kejelasan dari Rektorat terkait gaji mereka. Sebab, gaji mereka yang sudah termuat dalam Surat Keputusan (SK) dan ditandatangani di atas Materai 6000 belum terbayar.

“Sudah dua bulan bahkan ada yang tiga bulan setelah SK kami terima tapi tidak ada kejelasan apakah dibayar atau tidak,” ungkapnya.

Lanjutnya, ia meminta agar pihak Rektorat segera memberikan kepastian terkait belum terbayarnya gaji, jangan sampai hal tersebut akan memengaruhi kinerja para pegawai.

 “Kami harap Rektorat segera menindaklanjuti masalah ini, karena sangat berpengaruh terhadap kinerja. Jangan selalu menuntut kewajiban tapi hak tidak diberikan,” tegasnya.

Namun, Kampus di bawah Yayasan Pembangunan Al-Kautsar (YPAK) Kotamobagu, yang terletak di Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat tersebut balik menyalahkan Kinerja Yayasan yang dianggap tidak profesional.

Hal ini menurut penuturan Wakil Rektor IAI Azmi Kotamobagu, saat dikonfirmasi mengatakan belum terbayarnya gaji para pegawai merupakan kesalahan dari Yayasan, “Karena pengelolaan Yayasan yang tidak profesional dan amatir, maka kejadiannya seperti ini, pegawai belum terima gaji,” ungkap Muliadi, Selasa (04/10),

Bukan hanya itu, Muliadi mengklaim semua pihak sudah meminta agar Ketua YPAK yang saat ini dijabat oleh Subakti Ali agar diganti karena dianggap tidak mampu melaksanakan tugas sebagai Ketua Umum Yayasan.

“Kami sudah meminta agar Ketum YPAK diganti dan hal ini sudah disampaikan kepada Pembina YPAK, tapi belum dilaksanakan,” ujar Muliadi.

Sementara itu, Ketua Umum YPAK, Subakti Ali saat dikonfirmasi atas tuduhan Muliadi tersebut membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya sebagai pengurus yayasan.

Bahkan menurut Subakti, Muliadi-lah yang membuat kekacauan dalam administrasi. “Semua apa yang dituduhkan tidaklah benar. Sedangkan pembuatan SK saja tanpa memberitahu yayasan. Nanti biarlah kebenaran akan terungkap, siapa yang benar dan siapa yang salah,” tegas Subakti.

Reporter: Heri Setiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here