Bentrok Tambun Imandi Disebut Kebodohan Aparat Kepolisian

0
477
Bentrok Tambun Imandi Disebut Kebodohan Aparat Kepolisian Bolmong
Benny Rhamdani

ZONA KOTAMOBAGU – Anggota DPD RI Benny Rhamdani menyesalkan terjadinya bentrok antara warga Desa Tambun dan Imandi yang berujung korban jiwa. Ditegaskannya, hal itu lantaran lemahnya koordinasi antara Kepolisian Sektor (Polsek) dan Kepolisian Resort (Polres) Bolmong. (Baca: Bentrok Imandi Vs Tambun, Seorang Warga Tewas Dibacok)

“Bicara kasus Dumoga terlebih Tambun dan Imandi, adalah persoalan yang sangat sensitif. Bukan hanya kecolongan, tapi kebodohan pihak intelijen dan merosotnya kepercayaan rakyat kepada aparat penegak hukum,” kata Rhamdani kepada zonabmr.com via selular, Jumat (02/10).

Menurut Rhamdani, harusnya ada pertimbang segala kemungkinan sebelum melepaskan oknum yang ditengarai terlibat kasus penikaman karena tak cukup bukti. Pertikaian dua orang saja bisa memicu tarkam, konflik di wilayah Dumoga tersebut tidak lepas dari konflik laten.

“Kalau tidak paham soal kondisi dan situasi harusnya pihak Polsek harus koordinasi dengan pihak Polres. Dan saya yakin ini tidak dilakukan sehingga timbul kecurigaan dari pihak lain. Kejadian Ini mencerminkan kerja aparat yang tidak profesional,” ujar nya.

Dirinya pun berharap penegakan hukum yang bersungguh-sungguh dan profesional dari aparat hukum, serta tidak memihak.

“Harus ada koreksi total di jajaran Kepolisian. Kalau perlu Kapolda turun tangan atau memberi ultimatum kepada Kapolres 1×24 jam agar tidak ada lagi konsentrasi massa. Dan jika Kapolres tidak mampu melakukannya, maka Kapolres layak mundur dari jabatan,” tegasnya.

Lanjut dijelaskannya, Pemerintah juga harus memberi solusi. Lapangan kerja dan modal usaha bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya pemuda. “Dan tentunya kesadaran masyarakat serta pemuda itu sendiri, untuk segera menghilangkan dendam, serta rasa saling membenci dan menyakiti,” pungkasnya.

Reporter: Iswahyudi Masloman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here