Berargumentasi Tanpa Emosi

0
348
Berargumentasi Tanpa Emosi Tahukah Anda?
ilustrasi

Saling serang dengan kata-kata untuk mengajukan alasan atau argumen masing-masing, acap kali membuat emosi tidak terkendali sehingga potensial terjadi konfrontasi. Agar perdebatan tidak berkepanjangan, kuasai aturan dasar berargumentasi.

Kondisi Fit

Jangan pernah mendiskusikan masalah penting ketika sedang lelah. Pasalnya, ketika lelah, Anda akan menanggapi sesuatu dengan sikap yang terdistorsi. Jika lawan bicara lelah, tundalah diskusi tersebut sampai kondisinya membaik.

Maksimalkan Telinga

Biasanya dua orang yang sedang berdebat akan berlomba berbicara. Hal tersebut hanya akan menguras energi. Dengarkan argumentasi lawan bicara sampai tuntas. Kadang-kadang seseorang akan sulit memilih kata-kata yang tepat untuk menyatakan pendapatnya. Dengarkan dengan sabar kalimat demi kalimat lawan bicara. Jangan cepat mengambil kesimpulan sebelum kalimatnya selesai.

Bahasa Simpatik

Gunakan kalimat bernada simpatik untuk mendebat pendapatnya. Jangan mulai dengan kalimat “Anda salah karena…”. Akan terdengar enak di telinganya jika Anda memulai dengan kalimat “Saya memahami cara berpikir Anda, namun apakah tidak sebaiknya….”.

Perhatikan Intonasi

Aturlah nada suara agar tetap terdengar lembut. Apabila lawan bicara mulai jengkel, usahakan tetap tenang. Apabila lawan bicara meninggikan nada suaranya, jangan terpancing dan tenggelam dalam emosi yang berlebihan. Tetaplah proaktif dan bicaralah dengan tenang. Ini akan membuat nada suara lawan bicara Anda ikut merendah. Apabila lawan bicara tidak dapat berbicara secara rasional, katakan bahwa Anda akan mendiskusikannya di lain waktu dalam suasana yang lebih kondusif.

Memaafkan dan Melupakan

Ketika perbedaan pendapat muncul, hindari mengungkit kesalahannya di masa lalu. Yang Anda hadapi adalah persoalan hari ini, bukan persoalan kemarin. Jangan menjadi orang yang suka mengorek kesalahan di masa lalu, tapi fokuslah pada mengatasi masalah yang terjadi saat ini.

Jangan Melibatkan Pribadi

Pandanglah masalah secara obyektif dan jangan melibakan pribadi. “Apa maksud Anda? Kata-kata Anda melukai perasaan saya!” komentar seperti ini sering terdengar dalam situasi diskusi yang memanas. Ingat, hanya karena seseorang tidak menyukai pendapat Anda, bukan berarti dia tidak menyukai Anda. Anda dan pendapat Anda adalah dua hal yang berbeda.

Sertakan Bukti

Lengkapi argumentasi Anda dengan bukti atau data yang akurat. Berdebat tanpa bukti atau data yang kuat hanya akan mempermalukan diri sendiri. Siapkan amunisi berupa data penunjang yang mendukung argumentasi sebelum masuk ke ruang diskusi.

Terima Kelemahan

Jangan bersikukuh pada pendapat sendiri. Pandanglah suatu peristiwa dari berbagai sisi. Anda mungkin menganggap pendapat Anda benar, tapi cobalah membuka diri dan tidak egois. Introspeksi diri, barangkali memang ada yang kurang dari data atau informasi Anda.

Minta Maaf

Meski yakin bahwa Anda benar dan orang lain salah, tidak ada salahnya meminta maaf jika perkataan Anda menyinggung hatinya. Permintaan maaf Anda akan menurunkan ego orang itu dan membuatnya tahu bahwa ia sangat berarti bagi Anda. Mungkin Anda tidak sependapat dengannya, tapi paling tidak Anda menghargainya.

Berkepala Dingin

Seburuk apapun ucapan lawan bicara, tanggapi dengan kepala dingin. Kunci utama memenangkan argumentasi adalah tetap tenang walau lawan bicara menyerang habis-habisan. Pikirkan hal-hal yang baik ketika perdebatan sudah memuncak, dan wajah Anda akan terlihat selalu tenang. Ini akan membuat lawan bicara Anda kalah wibawa.

Libatkan Pihak Ketiga

Apabila perbedaan pendapat tidak tercapai titik temu, ajaklah pihak ketiga untuk menengahi diskusi.

Sportif

Ketika dalam suatu rapat pendapat Anda dikalahkan oleh suara terbanyak, terimalah dengan lapang dada. Anda boleh menganggap pendapat Anda benar, tapi ketika rapat sudah memutuskan, Anda harus menerima dan menjalankannya dengan baik. Hindari membawa perdebatan di dalam rapat ke luar ruangan.(*)

(Berbagai Sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here