Berkas Perkara Korupsi MaMi Boltim Kembali Diserahkan ke Kejaksaan

0
365
Berkas Perkara Korupsi MaMi Boltim Kembali Diserahkan ke Kejaksaan Headline Hukum
Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP Iver Manossoh

ZONA HUKRIM – Pengusutan dugaan kasus korupsi penggunaan dana Makan dan Minum (MaMi) DPRD Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus berproses di Mapolres Bolmong. Menyusul, berkas perkara untuk tersangka SM alias Sumardia mantan ketua DPRD Boltim, kembali diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu pada 8 April pekan lalu.

Hal itu dikatakan Kasat Reskrim Polres Bolmong, AKP Iver Manossoh, saat ditemui zonabmr.com senin (13/4) sore tadi. Menurut Manossoh, berkas perkara korupsi MaMi, belum sepenuhnya diserahkan kembali kepada Kejari. Sebab, penyidik masih akan memfokuskan penyelidikan terhadap berkas mantan ketua DPRD Boltim.

“Kuat dugaan, SM adalah otak dibalik kasus korupsi tersebut. Sehingga berkasnya harus diutamakan,” kata Manossoh.

Dia menambahkan, penyidik sudah melengkapi permintaan jaksa dalam berkas P-19 tersangka SM. Di dalam berkas itu, Jaksa meminta tanggapan ahli Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan sejumlah keterangan saksi. “Semuanya sudah dipenuhi, sehingga berkasnya dikirim kembali ke Kejaksaan. Semoga kasus ini bisa cepat dituntaskan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus MaMi Boltim tersebut terjadi pada tahun anggaran 2011 silam. Para Aleg Boltim diduga telah menerima aliran dana MaMi fiktif yang direncanakan oleh Ketua DPRD Boltim bersama para rekannya yakni Bendahara Satria Mokodompit (yang telah menjalani hukuman badan, atas putusan Pengadilan Tipikor Manado, beberapa waktu lalu). Termasuk juga tiga PNS Setwan Boltim, diantaranya, Almarhum Djunaidi Daumpung kala itu menjabat sebagai Pengguna Anggaran (PA), Sahifudin Umar selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan Jemmy Golonda selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Setelah dilakukan penyelidikan, setiap anggaran MaMi telah dicarikan dan dinikmati bersama-sama, hingga menimbulkan kerugian negara sekitar Rp.800 juta. Saat itulah, penyidik Tipikor langsung menetapkan PA, KPA, dan PPTK sebagai tersangka beserta 20 anggota DPRD Boltim dalam kasus tersebut.

Reporter: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here