Bersertifikat Pertanian Organik, Kopi Kotamobagu Dipromosikan ke Eropa

1
252

Bersertifikat Pertanian Organik, Kopi Kotamobagu Dipromosikan ke Eropa Headline Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Kualitas kopi asal Kotamobagu tak kalah dengan kopi-kopi lain di Indonesia dan mungkin di dunia. Apalagi diketahui, salah satu desa di Kotamobagu telah menerapkan sistem pertanian organik yang dibuktikan dengan diperolehnya Organic Farming Certificate (Setifikat Pertanian Organik) dari Kementerian Pertanian RI pada November 2015 lalu.

Setifikat Pertanian Organik bernomor: 163/LSPO-003-IDN/11/15 tersebut, diperoleh Asosiasi Momosad Kopi Organik, Desa Bilalang II, Kecamatan Kotamobagu Utara, dengan membawa merek dagang Anoa. Sertifikat itu diterima langsung Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pertanian dan Perternakan Kotamobagu.

Tak heran, kopi Kotamobagu dengan spesies robusta itu kini mulai dilirik investor untuk dipromosikan ke pasar luar negeri. Hal itu tercermin dari minat berbagai kalangan salah satunya datang dari eksportir spesialis kopi asal Jakarta dan juga Direktur Utama CV Daya Asasta, Arie Faud.

Arie bersama Tim kopi tingkat nasional, rencananya tahun ini mengikutsertakan kopi asal kotamobagu dalam festival di Belanda tanggal 15-19 Juni mendatang. Menurut Arie, pasar eropa saat ini sangat melirik dan menyukai produk pertanian organik yang berada di setiap negara tetangga bahkan merujuk sampai berbagai produk lokal yang berasal dari provinsi, kabupaten-kota.

“Pasar eropa sangat menyukai produk pertanian organik,” beber Arie melalui BBM kepada kerabat dekatnya di Kotamobagu.

Selain tampil di tingkat eropa, keseriusan untuk membumikan produk lokal asli kotamobagu itu ditunjukkan Arie dengan niat membantu mendesain produk kopi Kotamobagu dengan merek Anoa tersebut. “Tentunya prosesnya full wast atau wash. Kalau sudah ada izinya, nanti kita bantu redesain produk merek Anoa. Dan tentunya juga, untuk produk premium harus dari biji kopi terpilih dan rostingnya (sangrainya Red) rapi,” kata Arie.

Di sisi lain, Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Hukum dan Ekonomi Terapan, Sofyanto mengatakan Pemerintah Kota Kotamobagu harus maksimal memanfaat peluang dari Kopi Kotamobagu, “Dinas Pertanian Kotamobagu harus jeli memanfaatkan peluang pasar untuk meningkatkan mutu produk kopi organik asal Desa Bilalang ke level premium. Contohnya lihat saja, eksportir luar saja tertarik memperkenalkan produk kopi lokal kita,” tutup Sofyanto.

Reporter: Gito Mokoagow

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here