Bisnis Gula Aren Moyag Menjanjikan

0
204
Bisnis Gula Aren Moyag Menjanjikan Kotamobagu
USAHA: Potensi gula aren di Desa Moyag sangat menjanjikan. Tampak salah satu pengrajin melakukan pengepakan gula aren hasil olahannya.

ZONA KOTAMOBAGU – Potensi gula aren di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, sangat menjanjikan. Tak sedikit warga setempat yang menggantungkan hidup sebagai pengrajin gula yang berbahan dasar air nira tersebut.

“Beginilah pekerjaan kita. Membuat gula kemudian di pasarkan. Hasilnya, alhamdulillah sampai hari ini masih bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,” kata Saripudin, salah satu pengrajin gula aren, Rabu (27/9).

Ia mengungkapkan, gula aren hasil olahannya dipasarkan di Kotamobagu dengan yang disesuaikan dengan ukurannya. “Ada yang harga Rp10 ribu, ada juga Rp15 ribu per buah,” ujarnya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Moyag, Maskur Gumalangit, mengungkapkan terdapat lima kelompok tani yang produktif mengolah gula aren. Setiap kelompok terdiri dari 25 orang. “Produksi cukup lumayan. Rata-rata 50 buah per hari yang dihasilkan satu orang pengrajin kemudian dikalikan 125. Itulah rata-rata produksi setiap hari,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pemasaran gula aren moyag direncanakan akan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun demikian, pengelolah BUMDes masih menunggu penyertaan modal yang bersumber dari Dana Desa (Dandes) tahap II yang akan segera dicairkan dalam beberapa waktu ke depan. “Jadi gula semut hasil olahan kelompok tani dibeli BUMDes kemudian dipasarkan. Kita juga sudah melobi beberapa pengusaha untuk membantu pemasarannya,” jelasnya.

Ditambahkannya, saat ini ada pabrik pengolahan gula aren yang sementara dibangun melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Pabrik tersebut diperkirakan akan beroperasi pada 2018 mendatang. “Kalau sudah ada pabrik tentu akan lebih mudah lagi. Proses pembuatannya gula lebih cepat dan juga produktifitasnya pasti meningkat,” tambahnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, menuturkan pihaknya sudah memberi pelatihan kepada para kelompok tani pengrajin gula aren, dengan harapan dapat memberi efek positif terhadap peningkatan mutu dan kualitas gula hasil olahan petani, sehingga bisa memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran. “Untuk pemasarannya juga Pemkot akan membantu melalui kerja sama dengan perhotelan dan ritel untuk memasarkannya,” turunya. (ads/gito)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here