Bisnis Turbin Rolls-Royce Diakuisisi Siemens

0
548

Bisnis Turbin Rolls-Royce Diakuisisi Siemens Ekonomi

ZONA EKONOMI – LONDON, Rolls-Royce bersedia menjual bisnis energi turbin gas dan kompresor pada Siemens senilai 785 juta pound (sekitar Rp16 triliun). Perusahaan itu sebelumnya telah membahas kemungkinan penjualan bisnis yang memiliki 2.400 pegawai tersebut.

Pada tahun lalu, unit itu menghasilkan laba 72 juta pound pada penjualan 871 juta pound. Konsumennya termasuk perusahaan-perusahaan minyak dan gas serta perusahaan sektor pembangkit listrik. Adapun bisnis energi Siemens memiliki 83.500 pegawai dan menghasilkan penjualan 27 miliar euro pada 2013.

“Kesepakatan ini akan memberi bisnis energi peluang lebih besar sebagai bagian perusahaan energi yang jauh lebih besar dan mengijinkan Rolls-Royce berkonsentrasi pada wilayah bisnis yang kami dapat menambah lebih banyak nilai,” papar Chief Executive Officer (CEO) Rolls-Royce John Rishton, dikutip BBC.

Kesepakatan ini dilakukan saat Siemens muncul sebagai pesaing perusahaan Amerika Serikat (AS), General Electric (GE), dalam penawaran untuk bisnis energi grup Alstom asal Prancis. Siemens juga mengumumkan rencananya untuk meninjau bisnisnya menjadi sembilan divisi untuk meningkatkan produktivitas.

Bulan lalu, Alstom mempertimbangkan tawaran USD16,9 miliar dari GE untuk bisnis energinya. Meski demikian, perusahaan Prancis itu menyatakan akan terbuka untuk tawaran lain dari Siemens yang juga tertarik dengan bisnis turbin listrik Alstom.

Siemens menyatakan bersedia memberikan penawaran jika diberi akses pada kondisi bisnis Alstom. GE dan Siemens telah bertemu Presiden Prancis Francois Hollande untuk membahas penawaran mereka.

CEO GE Jeff Immelt menjelaskan, dia memiliki dialog produktif dengan pemerintah Prancis. “Kami pikir kami memiliki kesepakatan yang bagus dan akan diputuskan,” ujarnya.

Bisnis energi Alstom membukukan penjualan USD15 miliar pada tahun lalu. Perusahaan itu akan menggunakan hasil penjualan untuk bagian lain bisnisnya. Saat ini Alstom juga membuat kereta cepat TGV.

Perusahaan Prancis itu menyatakan, jajaran pimpinan Alstom mengakui keuntungan strategis dan industrial dari tawaran GE dan akan membuat keputusan pada akhir Mei. “Para pegawai Alstom akan bergabung dengan pemain global utama yang berinvestasi pada manusia dan teknologi untuk mendukung konsumen energi dunia dalam jangka panjang,” ungkap Chairman dan CEO Alstom Patrick Kron.

Meski demikian, Alstom menyatakan bersedia memberikan akses pada Siemens untuk kondisi keuangannya sehingga perusahaan Jerman itu dapat memberikan tawaran kompetitif. Hollande yang bertemu pemimpin Siemens dan GE menyatakan, pemerintah Prancis akan memberikan prioritas pada kelangsungan tenaga kerja di salah satu perusahaan industri utama negara itu. Kementerian Ekonomi Prancis menjelaskan, pemerintah akan menghalangi kesepakatan apapun yang dianggap tidak layak(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here