BKD Diminta Teliti Proses Kenaikan Pangkat PNS Berijazah Instan

0
451
BKD Diminta Teliti Proses Kenaikan Pangkat PNS Berijazah Instan Bolmong
Effendi Abdul Kadir

ZONA BOLMONG – Maraknya penggunaan ijasah instan dalam proses kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil yang diproses BKD, mendapat sorotan sejumlah elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Pemantau Kinerja Eksekutif dan Legislatif (LPKEL) Reformasi, Effendi Abdul Kadir.

Effendi mengatakan, Agustus ini, Dinas Pendidikan (Diknas) Provinsi Sulut, telah melaporkan salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Manado ke Kantor Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IX Sulawesi di Makassar, karena diduga sering menerbitkan ijazah instan atau ijasah tembak kepada para PNS Bolmong yang ingin mengejar pangkat dan penyesuaian ijazah.

“Biaya mendapatkan ijazah sarjana strata satu (S1), Rp15 juta tanpa kuliah. Itu laporan kami terima. Kepala BKD harus mengkaji betul-betul, apakah ijasah yang didapat oleh PNS dari hasil yang layak atau tidak,” kata Effendi, Rabu (20/8).

Selain itu, PNS yang menggunakan ijasah instan dan BKD yang memproses kenaikan pangkat tanpa melakukan penelusuran maka akan berhadapan dengan hukum.”Diduga PNS yang menggunakan ijazah instan berada di Bapeda, Dinas Perhubungan, dan Bagian Humas Bolmong. Itu nama instansi yang sumber sebutkan kepada kami,” ungkap Effendi.

Selanjutnya, Effendi mengingatkan Badan Kepegawaian Bolmong, agar hati-hati dan lebih teliti dalam memeriksa ijazah supaya tidak kecolongan. “Kami ingatkan agar BKD Bolmong tidak seenaknya memproses usulan kenaikan pangkat atau mengikutsertakan ujian dinas bagi PNS dari golongan II ke golongan III, atau dari ijasah SMA ke ijasah sarjana dengan menggunakan ijazah instan atau ijazah tembak. Ini perlu ditelusuri,” kata Effendi.

Peliput: Wiradi Gilalom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here