BPCB Sulutengo, Gelar HUT ke 101 Pubakala di Gorontalo

0
626
BPCB Sulutengo, Gelar HUT ke 101 Pubakala di Gorontalo BMR Kotamobagu
Tampak suasana saat pelaksanaan Bimtek BPCB Sulutenggo

ZONA BMR – Dalam rangka memperingati HUT Purbakala yang genap berusia 101 tahun, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) menggelar sejumlah kegiatan yang bertempat di BPCB wilayah Gorontalo, Jalan Jeruk No I, Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Minggu (15/6).

Acara peringatan HUT tersebut dihadiri para honor dan PNS juru pelihara cagar budaya dari Sulut, Gorontalo, dan Sulteng (Sulutengo).

Peringatan itu diawali dengan pelaksanaan upacara, kemudian dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti lomba sepak bola dan bulu tangkis. Diakhiri dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada seluruh juru pelihara cagar budaya.

Bimtek tersebut dipimpin Kepala BPCB Wilayah Gorontalo Saiful Mujahid SH yang diwakili karena berhalangan sakit, oleh Drs I Wayan Mualiarsa, selaku PLT yang saat ini juga baru menjabat Kepala BPCB Provinsi Bali.

Dalam kesempatannya, Drs I Wayan Muliarsa menguraikan sejarah lahirnya purbakala. kata dia, pelestarian purbakala telah dirintis sejak abad ke 18. Awalnya hanya bersifat individu kemudian menjadi kelompok hingga bekembang pesat pada abad ke 19, “Khususnya dibidang penelitian, observasi, pemeliharaan, pengamanan, pendokumentasian, inventarisasi, penggambaran, pemggalian, maupun pemugaran bangunan kuno. Hingga tahun 1885 terbentuklah lembaga swasta Archaeologische Vereeniging yang dipimpin Ir J.W Ijzerman,” terangnya.

Muliarsa lanjut menjelaskan, hingga pada tanggal 14 Juni 1913, terbentuklah Oudheidkundige Dienst in Nederlansch Indie. Badan ini merupakan lembaga resmi pemerintah yang dipimpin N. J Krom, dan pada tahun 1950 kantor pusatnya dihidupkan kembali. Setahun kemudian terbentuklah Integrasi Jawatan Purbakala yang berpusat di Jakarta dengan nama Dinas Purbakala. Dan tahun 1953, Dinas Purbakala dipimpin putra Indonesia yakni Soekmono kemudian diberi nama Suaka Peninggalan Sejarah Purbakala (SPSP).

Muliarsa pun menegaskan, seluruh juru pelihara cagar budaya, agar bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab BPCB, “Bukan sekedar melakukan perawatan dan pembersihan, namun harus menguasai sejarah cagar budaya, memberikan informasi kepada masyarakat luas, untuk menjadi daya tarik objek wisata,” tandas Muliarsa.(zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here