BPR Sebut Tromol Panang Lebih Bahaya Dari Sianida

0
385
BPR Sebut Tromol Panang Lebih Bahaya Dari Sianida Boltim
ilustrasi-tambang emas

ZONA BOLTIM – Sejumlah warga desa Buyat kecamatan Kotabunan terus menyatakan penolakkan terhadap PT Boltim Primanusa Resources (BPR). Kali ini, warga akan menggandeng tokoh-tokoh adat dan wahana lingkungan hidup (Walhi) untuk “mengusir” perusahan milik Jackson Kumaat itu.

Menurut Alfian Lasabuda, salah satu warga Buyat, warga yang menolak PT BPR kecewa dengan Pemkab dan DPRD Boltim karena tidak mengambil sikap serius atas aspirasi yang mereka sampaikan.  “Kami sudah mengeluh ke pemerintah kabupaten dan DPRD, tapi kesannya diabaikan maka kami mengeluh ke tokoh adat,” kata Alfian Lasabuda, warga Buyat kecamatan Kotabunan, kepada zonabmr.com  Senin (27/10).

Dijelaskannya, adat Mongondow perlu melindungi kelesatarian hutan, ekosistem lingkungan dan kehidupan manusia. Keberadaan PT BPR yang mengelola tambang menggunakan alat berat dan bahan kimia jenis sianida, dianggap sebagai ancaman terhadap lingkungan serta masyarakat. “Ada Amabom (Aliansi Masyarakat Adat Bolaang Mongondow), kita akan keluhkan ke mereka,” jelas dia. Untuk pendampingan masyarakat menggugat PT BPR baik perdata atau pidana, kata Alfian, mereka sudah berkomunikasi dengan Walhi Sulut. “Bukti-bukti kerusakan sudah ada, kita akan serahkan ke Walhi. Terserah mereka yang akan laporkan entah itu perdata atau pidana,” ungkap dia. Ia juga terus mempertanyakan komitmen Pemkab membekukan aktivitas PT BPR. Sebab, diduga perusahan terus beroperasi meski telah diberhentikan sementara.

Humas PT BPR, Rivo Sandehang, yang dihubungi wartawan kemarin tak menampik jika perusahan mereka terus tetap beroperasi di Gunung Garini.  “Tapi aktivitas kami sebatas eksplorasi. Kita tidak beroperasi eksploitasi,” jelasnya.

Menariknya, Rivo menuding jika pengelolaan tambang yang selama ini dipraktekkan masyarakat dengan cara tromol, lebih berbahaya ketimbang metode perendaman menggunakan bahan kimia Sianida. “Justru yang lebih bahaya itu pengelolaan dengan model tromol karena ada limbah merkurinya seperti tromol di Panang. Untuk model perendaman yang gunakan sianida, itu kita jamin aman karena bisa terurai,” jelasnya.

Peliput: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here