Bupati Serahkan SK NIP 112 Honda K2 Boltim

0
456
Bupati Serahkan SK NIP 112 Honda K2 Boltim Boltim
Kepala BKDD Boltim Darwis Lasabuda

ZONA BOLTIM – Penyerahan Surat Keputusan (SK) dan Nomor Induk Pegawai (NIP) ke 112 Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk formasi tenaga honorer daerah kategori dua (Honda K2) tahun 2013/2014 di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), resmi diserahkan Bupati Boltim Sehan Landjar, Rabu, (27/8).

Dalam penyerahan SK NIP yang bertempat di lantai III kantor Bupati Boltim itu, Sehan mengingatkan kepada 112 Honda K2 yang menerima SK agar kiranya memperhatikan masalah kedisiplinan yang tentunya itu menjadi tuntutan sebagai abdi negara. “Untuk menjadi seoarang PNS harus benar-benar menekuni dan loyal dalam melakukan tugas tanggungjawab,” harap Bupati.

Sementara itu melalui Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Boltim, Darwis Lasabuda memastikan, para Honda K2 itu, akan ditempatkan di instansi yang sesuai dengan jurusan mereka masing-masing. “Dalam daftar itu khusus jurusan ada 56 tenaga guru, 1 kesehatan, dan 1 tenaga penyuluh dan sisanya itu untuk tenaga teknis sesuai jurusannya,” ungkap Darwis.

Diharapkanya pula, agar mereka bisa bekerja sesuai perintah dan loyalitas terhadap atasan. Dimana untuk tanggal masuk mereka terhitung 1 Agustus dan setelah mengurus berkas SK-nya dipastikan langsung menerima gaji, “Untuk sisa berkas Honda K2 yang tidak lulus sebanyak 123 orang, masih berada di Jakarta untuk keperluan diambil soft copian surat pernyataannya. Dimana bagi 112 Honda K2 yang telah menerima NIP ini, kelulusannya juga murni tanpa ada intervensi dari pihak manapun,”

“Kalau untuk yang bagian teknis, sebagian besar ditempatkan di perkantoran di Ibu Kota Boltim dan sebagian kecil akan ditempatkan di Kecamatan Modayag karena sebagian besar K2 ini banyak yang sudah berusia tua,” jelas Lasabuda.

Salah satu Honda K2 penerima SK CPNS, Hendra Mokoagow, didirinya sangat bersyukur di usianya yang cukup tua ini (50) akhirnya bisa terangkat sebagai CPNS, dimana dirinya sudah mengabdi sebagai guru selama kurang lebih 10 tahun lebih. “Pernah juga saya mengikuti Honda K1 namun belum terangkat,” terangnya.

Dirinya yang sejak tahun 2004 lalu telah mengabdikan diri sebagai guru di salah satu SD di Kecamatan Modayag mengungkapkan, setelah menerima SK baru diketahui akan ditempatkan dimana. Yang pada dasarnya sekarang ini diakuinya baru menerima NIP berarti baru mencapai 80 % namun setelah mengikuti pelatihan jabatan (Prajab) baru akan genap 100% sebagai PNS.

“Sebagai PNS saya siap ditempatkan dimana saja, tidak ada kata tidak mau bagi setiap PNS menolak penempatan tersebut,” ungkap Hendra, yang juga Ketua aliansi Honda K2 Boltim.

Peliput: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here