Candra Modeong: Saya Minta Kapolres Bolmong Dicopot

0
203
Candra Modeong: Saya Minta Kapolres Bolmong Dicopot Boltim
Tampak Candra Modeong (kanan) saat bersua Komisioner KPU Boltim

ZONA BOLTIM – Calon Bupati (Cabup) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) nomor urut satu Candra Modeong, meminta agar Kapolres Bolmong AKBP William Simanjuntak dicopot dari jabatanya. Pernyataan tersebut diungkapkan Cabup yang diusung Partai Hanura dan PKS dalam konferensi pers di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boltim, Senin (23/11).

Menurut Candra, ada upaya dari pihak kepolisian untuk menghalangi terselenggaranya rapat umum (kampanye terbuka) ia dan Wakilnya Supratman Datunsolang di Lapangan Tutuyan Dua. Dirinya pun tengah siapkan pengaduannya ke Kapolri, “Saya tidak terima dengan perlakukan ini. Dan saya akan mengusut persoalan hingga ke tingkat pusat, agar Kapolres dicopot,” ungkapnya.

Candra juga meminta Pemerintah Kabupaten Boltim menarik kembali dana pengaman yang dialokasikan. Karena tidak dinikmati para anggota polisi yang betugas untuk pengamanan, “Saya juga menduga dana hibah hanya dipakai para pejabat di Polres Bolmong,” lanjutnya.

Masih kata Candra, Kapala Satuan (Kasat) Intel Polres Bolmong juga mengintimidasi dirinya saat mengkonfirmasi untuk melakukan rapat umum, “Jadi, saat menghubungi Kasat Intel, saya dibentak-bentak. Padahal hanya mengkonfirmasi meminta izin  melakukan rapat umum,” tegasnya.

Menangapi ini, Kasat Intel Suharno mengaku dirinya tidak mengintimidasi Cabub nomor urut satu. Ia hanya menyampaikan pelaksanaan rapat umum tidak ada konvoi dan arak-arakan massa karena melangaran Peraturan KPU (PKPU).

“Lagi pula Candra belum memasukan STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan) untuk melakukan rapat umum. Kalau sudah memasukkan dan kami tidak memberikan izin, itu baru bisa menuding kami,” terang Kasat Intel.

Sebelumnya, Candra yang didamping dua Aleg dari Hanura dan tim pemenangan menyambangi kantor KPU. Untuk mempertanyakan mengapa dirinya tak diizinkan melakukan rapat umum. “Saya datang di kantor bermaksud mengkonfirmasi mengapa jadwal rapat umum saya dibatalkan. Padahal saya punya hak melaukan rapat umum sebagai calon,” terang Candra.

Komisoner KPU Irwan Tololiu yang menjemput kedatangan Chandra menjawab, ia akan merapatkan semua usulan dan keluhan yang disampaikan dengan Komisoner KPU lainnya, “Karena kami ada berlima, jadi perlu ada rapat untuk memutuskan. Saat ini komisoner lainnya masih dalam tugas luar,” jawab Irwan, didampingi salah satu Komisoner KPU, Kader Bahmit.(pasges) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here