Cerita Danau Tersembunyi di Tudu Aog

1
595
Cerita Danau Tersembunyi di Tudu Aog Wisata
Danau Tonsule (F: Muslim Paputungan)

Selain Danau Tondok dan Danau Moat yang berada di Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, ternyata ada juga danau yang tersembunyi dan tak banyak orang ketahui. Adalah Danau Tonsule, sebuah danau di ketinggian gunung di Desa Tudu Aog, Kecamatan Passi, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

PAGI itu di Danau Tonsule, terdengar suara nyanyian burung yang merdu. Angin sepoi-sepoi yang menyejukkan, ditambah lagi jejeran pohon yang hijau dan rindang melingkari danau tersebut. Suasana itu membuat setiap orang yang melintas di areal danau ingin berlama-lama.

Di pinggiran danau, terlihat seorang pria tua mengenakan kaos dan penutup kepala ala Mongondow (Tolu), yang hendak melemparkan sesuatu di tengah danau. Tete Rahman, begitu orang memanggilnya. Ternyata Ia sedang memancing berharap ikan memakan umpanya. Ketika disapa sembari bertanya soal danau, ia mulai berkisah dengan panjang lebar.

Ia bercerita, dulunya lokasi danau itu bermula hanya tempat telaga ikan. Sumber air danau hanya dialiri empat Bukaka (mata air gunung), namun dengan luas wilayah yang kecil tak mampu menampung volume air sehingga membanjiri dan meluas membentuk seperti danau. Masyarakat setempat kemudian menamakan lokasi itu Danau Tonsule.

Penamaan Tonsule sendiri diambil dari nama pohon kayu besar yang tumbuh di sekitar danau. Konon katanya, Danau Tonsule pernah menelan korban berjumlah empat orang. Korban itu tidak lain adalah kakak beradik. Namun sayangnya, keempat korban hingga kini belum juga ditemukan.

“Dulu ada yang mandi disini kong tenggelam. Pertama kaka ade, kemudian danau ini menelan korban kaka ade lagi,” cerita kakek berusia 70an itu sembari menawarkan rokok Cristal di pinggir danau.

Ia lanjut mengisahkan, setiap malam bulan pernama kerap terdengar suara gemuruh ombak datang dari arah danau, “Torang di sini so biasa jaga dengar suara ombak di danau ini, jadi nimbole heran,” ucap Tete Rahman sembari melempar umpan.

Sumber: Tulisan Tanpa Arah

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here