Ckckck, PNS Ini Tampar Penjabat Bupati di Acara Resmi

0
226
Ckckck, PNS Ini Tampar Penjabat Bupati di Acara Resmi Headline Hukum
Ilustrasi

ZONA HUKRIM – Peristiwa tak lazim dialami Penjabat Bupati Poso, Sin Singus Songgo. Ia ditampar berkali-kali oleh seorang PNS di sebuah acara resmi. Akibatnya, Sang Bupati alami luka memar di hidung dan terpaksa harus dibawa ke RS untuk perawatan dan visum, Selasa (3/11).

Peritiwa itu terjadi dalam acara pembukaan Sidang Dewan Ketahanan Pangan Tingkat Kabupaten Poso yang digelar di halaman Kantor Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan. Sementara pelakunya adalah Fabian Amir Jafar, seorang PNS menjabat Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan Pangan.

Sesaat sebelum acara dibuka, Fabian masuk menghampiri Bupati Songgo. Saat itu, Songgo mengira pelaku mau berjabat tangan. Ternyata perkiraan Songgo meleset. Ia justru ditampar berkali-kali hingga hidungnya terluka.

Beruntung, sejumlah pejabat Muspida Kabupaten Poso yang duduk di samping Bupati langsung bertindak dan menghentikan aksi preman Fabian. Pelaku kemudian diamankan aparat Polres Poso.

Kejadian tersebut membuat ratusan peserta Sidang Dewan Ketahanan Pangan geger. Mereka tak menyangka Sang Bupati ditampar oleh anak buahnya sendiri di depan umum.

Kendati mengalami penganiayaan, Bupati Songgo tetap membuka dan memberikan sambutan dalam Sidang Dewan Ketahanan Pangan. Setelah memberikan kata sambutan, Bupati Songgo baru ke RSUD Poso untuk melakukan visum.

Bupati Songgo mengaku sangat kaget dengan kejadian itu. Dia tidak menyangka anak buahnya melakukan tindakan tidak terpuji di depan umum. Terlebih, perbuatan itu dilakukan di acara resmi, “Saya kira dia (pelaku) mau salaman, ternyata dia tiba-tiba menampar muka saya beberapa kali,” ujar Songgo kepada wartawan, Selasa (3/11).

Kapolres Poso AKBP Ronny Suseno membenarkan aksi PNS yang menampar Bupati Songgo di acara resmi. Pelaku, kata dia, tengah menjalani pemeriksaan di Mapolres Poso. Berdasarkan keterangan di hadapan penyidik, pelaku melakukan hal tersebut karena adanya persoalan pribadi antara pelaku dan Bupati.

“Pelaku sudah kami amankan, sambil menunggu pelaporan dari korban. Kalau sudah ada laporan, baru kita proses pidananya,” ujar Ronny.

Berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here