Damopolii “Anggap Remeh” Potensi Konflik di Pilpres 2014

0
468
Damopolii “Anggap Remeh” Potensi Konflik di Pilpres 2014 Kotamobagu
F: Ilustrasi

ZONA KOTAMOBAGU – Helatan akbar pemilihan Umum Presiden Republik Indonesia 2014, yang dipastikan hanya diikuti dua pasang calon yakni Prabowo-Hatta dan Jokowi-Jk, gaungnya tentu bakal sampai ke daerah-daerah termasuk di Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Dengan hanya dua pasangan calon pada pilpres ini, persaingan akan lebih sengit, apalagi keduannya memiliki basis massa pendukung dalam jumlah yang besar khususnya di BMR dan Kotamobagu sendiri.

Gesekan antar dua kubu bisa saja terjadi dalam bentuk fisik maupun peperangan psikologi melalui media sosial, dipicu upaya kampanye yang saat ini terkadang memiliki kecenderungan melakukan kampanye hitam maupun kampanye negatif.

Menanggapi hal tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di bawah pimpinan Gunawan Damopolii, mengaku bahwa pihaknya telah memantau dan membentuk upaya antisipasi penanganan konflik pasca pilpres, dengan instansi terkait seperti Kepolisian.

“Memang potensi terjadinya konflik tetap ada, meskipun hal itu kemungkinannya kecil bisa terjadi, apalagi di daerah kita ini. Namun, upaya-upaya tentu tetap kami maksimalkan sebagai bentuk antisipasi,” ujarnya.

Dirinya mengaku berkaca pada Pemilu legislatif yang baru saja dilaksanakan, tidak ada konflik atau gesekan serius saat pelaksanaannya. “Pileg kemarin kan aman, bukti masyarakat sudah cerdas. Apalagi ‘orangnya’ di jawa sana, saya rasa dampaknya tidak akan sampai memicu konflik di daerah ini,” tukasnya.

Peliput : Zulfahmi Paputungan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here