Dana Minim, Panwaslu Boltim Kesulitan Susun Anggaran

0
364
Dana Minim, Panwaslu Boltim Kesulitan Susun Anggaran Boltim
Ketua Panwaslu Boltim bersama anggota

ZONA BOLTIM – Panitian Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengeluhkan minimnya anggaran untuk pengawasan yang diberikan Pemerintah Daerah (Pemda). Akibatnya, Panwaslu mengalami kesulitan menyusun anggaran.

Menurut Ketua Panwaslu Ervina Damopolii, dari tingkat pengawasan TPS saja sudah biaya besar karena tiap TPS dala satu desa harus dipantau satu Panitia Pengawas Lapangan (PPL).“Nah Boltim ada 80 desa, berarti PPL harus 80 orang pula. Pengawasan lapangan saja sudah biaya besar,” beber Ervina.

Dijelaskannya, untuk kebutuhan anggaran pengawasan Pilkada boltim sebesar Rp 5,8 Miliar juta. Besaran anggaran tersebut itu sudah sesuai dengan kebutuhan selama pengawasan. “RP 5,8 Miliar itu sesuai kebutuhan selama penyelenggaraan tahapan pilkada, biaya-nya itu harus pemda yang tanggung, karena aturan-nya seperti itu,”jelas Ervina.

Namun kata dia, informasi yang disanggupi pihak Pemda hanya Rp 1,5 Miliar, itu pun Pemda meminta susunan Rencana Kinerja Anggaran (RKA). Bila hanya itu yang disanggupi Pemda, maka tidak mencukupi untuk penyelenggaraan tahapan.

“Maka panwaslu meminta kepada Pemda agar lebih berfikir objektif dalam memberikan anggaran penyelenggara pemilu, khususnya pengawas pemilu di daerah. Sebab, dalam menjalankan tahapan Pilkada serentak 2015, Pemda wajib memberikan anggran penyelenggara pemilu,” kata Ervina sembari menambahkan, Panwaslu saat ini sudah tahapan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

Reporter: Rahman Igirisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here