Dandes Bantu Percepatan Pembangunan

Dandes Bantu Percepatan Pembangunan

Dandes Bantu Percepatan Pembangunan Kotamobagu

Pjs Walikota saat memberi sambutan pada seminar regional UU Desa yang dihadiri Menteri Desa PDTT dan Ketua DPD RI.

ZONA KOTAMOBAGU – Dana Desa (Dandes) yang diberikan pemerintah pusat ke semua desa di Indonesia termasuk di Kota Kotamobagu, sangat memberi dampak positif terhadap pembangunan serta perekonomian masyarakat desa.

Hal ini diutarakan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, saat memberi sambutan pada Seminar Regional Implementasi Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa di Hotel Sutanraja, Kamis (12/4).

Menurutnya, setiap tahun Dandes yang dialokasikan lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terus meningkat. Hal itu merupakan bentuk komitmen Presiden Joko Widodo yakni membangun dari pinggiran.

“Dana desa ini diberikan ke semua desa dengan maksud untuk mempercepat pembangunan yang dampaknya pada peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia menerangkan, dari rekapitulasi pemanfaatan dana desa sejak tahun 2015 hingga 2017, dana desa sangat memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang meliuti pembangunan jalan desa dengan panjang 123.145 kilo meter, jembatan 791.258 meter, pasar desa 5.220 unit, BUMDes 26.579 unit kegiatan, tambatan perahu 2.882 unit, embung 1.927 unit, irigasi 28.091 unit serta sarana olahraga 1.004 unit.

Selain itu katanya, dana desa yang diterima setiap desa membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat seperti penahan tanah sebanyak 291.393 unit, air bersih 32.711, MCK 82.356, Polindes 6.041, drainase 590.371 unit, Posyandu 13.973 unit serta sumur 45.865 unit.

“Dari pembangunan yang dilaksanakan itu, dana desa juga berkontribusi terhadap tersedianya lapangan kerja,” terangnya.

Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, menuturkan dana desa yang masuk ke Kota Kotamobagu setiap tahunnya mengalami kenaikan. Di Tahun 2015 Dandes yang diterima Rp4,5 miliar, Tahun 2016 Rp10,2 miliar dan 2017 Rp15,1 miliar. Besaran anggaran tersebut katanya telah terealisasi untuk pembangunan.

“Untuk tahun 2018 dana desa sebesar Rp17,4 miliar. Pencairan tahap I sudah dilakukan di empat desa, yaitu Desa Bilalang I, Desa Sia, Desa Moyag Todulan dan Desa Tabang. Desa lainnya sedang dalam penyelesaian APBDes,” ungkapnya.

Dihadapan Mendes PDTT dan jajarannya serta Ketua DPD RI, Pjs walikota juga membeber berbagai potensi alam seperti tempat permandian air panas, air terjun dan lainnya. Selain itu katanya, juga terdapat juga berbagai produk unggulan daerah seperti Kopi Dinodok, Kopi Sinondag, gula aren, sapu ijuk dan sebagainya.

“Meski Kota Kotamobagu adalah wilayah perkotaan, tapi punya 15 desa. Setiap desa memiliki potensi alam yang akan dikembangkan melalui dana desa serta produk unggulan daerah yang akan dikelolah melalui BUMDes,” terangnya.

Usai membuka Seminar Regional Implementasi Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa di Hotel Sutanraja, Mendes PDTT , Ketua DPD RI dan para rombongan berkunjung ke Desa Bilalang I. Di desa yang berada di Kecamatan Kotamobagu Utara, Mendes PDTT meresmikan sejumlah proyek fisik yang dibiayai dana desa sekaligus meninjau pelaksanaan proyek padat karya tunai. (ads/gito)

About author

You might also like

Kotamobagu 0 Comments

Pelaku Usaha Diingatkan Soal Penyediaan Lahan Parkir

ZONA KOTAMOBAGU –  Meningkatnya arus kendaraan di wilayah Kota Kotamobagu, membuat sejumlah titik jalan sering mengalami kemacetan. Itu dipengaruhi kurangnya lahan parkir yang disediakan pelaku usaha di wilayah tersebut. Wali

Kotamobagu 0 Comments

Pemkot Selangkah Lagi Raih Penghargaan KLA

ZONA KOTAMOBAGU – Tim penilai Kota Layak Anak (KLA) mulai melakukan verifikasi lapangan, Senin (21/5). Beberapa titik yang menjadi indikator penilaian menjadi sasaran penilaian tim yang berasal dari Kementrian Pemberdayaan

Olahraga 0 Comments

Warga Usul Berlakukan Car Free Day di Jalan Paloko-Kinalang

ZONA KOTAMOBAGU – Jalan Paloko-Kinalang Kelurahan Kotobangon dijadikan tempat jogging oleh warga Kota Kotamobagu dan sekitarnya. Setiap pagi dan sore hari, tak sedikit warga yang beraktivitas olahraga di sepanjang jalur

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply