Dekab Boltim Minta Proyek Pembangunan Jalan Pasar Modayag Dihentikan

0
510
Dekab Boltim Minta Proyek Pembangunan Jalan Pasar Modayag Dihentikan Boltim
Ketua DPD PAN Boltim, Sam Sachrul Mamonto

ZONA BOLTIM –  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), melalui Ketua DPRD, Sam Sachul Mamonto meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Boltim untuk menghentikan proyek pembangunan jalan di pasar Modayag dengan total anggaran senilai Rp10,7 miliar yang tengah berjalan.

Hal itu ditegaskan dari hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Sachrul bersama Wakil bupati, Medy Lensun, serta pemerintaah desa setempat pada pekan lalu berdasarkan adanya desakan warga desa Puwerejo dan Sumber Rejo. “Memang setelah kami turun lapangan pekerjaannya amburadul. Jadi bila perlu dinas PU jangan melakukan pembayaran terhadap pekerjaan tersebut sebelum memperbaiki jalan itu,” tegas Sachrul

Menurutnya selain Kadis PU, DPRD juga segera mengadakan pemanggilan terhadap pihak kontraktor terkait untuk segera menghadap dan dimintai keterangannya. “Ini dikerjakan asal-asalan, ketebalan aspalnya sangat tipis dan saat dicurah sudah dingin di beberapa bagian. Serta ada beberapa lebar badan jalan yang dikurangi,” ungkapnya

Sebelumnya juga, Wakil Bupati Boltim Meidy Lensun, mengakui bahwa saat dirinya menghadiri pesta salah satu warga Modayag, dirinya telah diminta Sangadi untuk meninjau langsung pekerjaan tersebut. “Pekerjaan itu kelihatan kurang berkualitas karena menurut Kadis PU juga belum di opname jadi juga belum di PHO yang artinya berarti belum dibayar,” terang Lensun

Sementara itu, Kadis PU Boltim, Minderd Mawu saat dikonfirmasih menjelaskan jalan tersebut sudah tidak bisa dihentikan, dimana sistem pembayarannya juga menurutnya bukan pada panjang dan lebarnya jalan tapi pada volume kerja. “Kalau tebalnya kurang dari batas toleransi kita akan minta ditebalkan. Kalau masih dalam batas toleransi maka akan ditambah panjangnya,” jelas Minderd.

Diungkapkannya juga, lebar jalan dalam kesepakatan dengan masyarakat itu mulai dari pekuburan warga, sehingga ada bagian jalan yang dipersempit dan pembayarannya akan dilakukan sesuai bobot kerja. “Itu akan dibayar sesuai gambar terlaksana. Apa yang dilakukan dilapangan itu yang dibayar. Karena gambar itu diminta sekaligus menjadi pegangan BPK saat melakukan pemeriksaan nanti,” ungkapnya

Dia menambahkan, pekerjaan tersebut sudah mencapai 90 persen, Pemda telah melakukan dua kali pembayaran dan pembayaran terakhir itu dibobot 70 persen. Dimana sebelum membayar pihaknya juga akan turun lagi ke lapangan untuk meninjau langsung hasil pekerjaannya. “Saya menjamin semua pekerjaan akan dilakukan sesuai dengan aturan. Kualitas jalan selalu dicek laboratorium,” ujarnya.

Peliput: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here