Diduga Aniaya Warga, Anak Bupati Boltim Dipolisikan

0
540
Diduga Aniaya Warga, Anak Bupati Boltim Dipolisikan Hukum
Kedua korban didampingi pengacara saat konferensi pers

ZONA HUKRIM – Tindakan penganiayaan diduga dilakukan anak Bupati Bolmong Timur (Boltim) Sehan Landjar, berinisial FL alias Fuad, kepada dua warga pada 07 Mei 2015 lalu.

Informasi tersebut dihimpun media ini melalui laporan kepolisian bernomor LP/75/V/2015/SULUT/RES BM/SE UR KTBN yang dilayangkan Hilda Mokodompit, serta laporan nomor LP/76/V/2015/SULUT/RES-BM/SEK-KTBN yang dilayangkan Fahri Semat.

Dalam laporan korban Hilda Mokodompit tersebut, Fuad bersama istrinya berinisial RA alias Uda, melakukan penganiayaan itu di toko milik Hilda sendiri. “Salah satu tersangka diketahui merupakan istrinya Fuad bahkan sampai meneriakkan kata-kata yang tidak senonoh, “Kita mo rabe-rabe ngana pe mulu,” tulis Hilda dalam laporannya ke Polsek Kotabunan.

Tak hanya itu, Hilda mengaku menderita luka memar di sejumlah bagian tubuhnya. Hilda sendiri ketika menggelar konfenrensi pers, Sabtu (23/05) lalu di salah satu cafe di Kotamobagu, mengatakan kalau kejadian itu berawal saat dirinya menaikkan baliho bakal calon Bupati Boltim, Herry Salim Mamonto (HSM).

“Kejadian itu usai saya memampang baliho HSM. Saat itu, saya sementara berada dalam toko. Tiba-tiba istri Bupati Bolmong Timur, Nursiwin Dunggio bersama dengan anaknya Fuad juga istri Raudah dan beberapa sespri Bupati, serta sejumlah preman, datang dan masuk ke toko saya,” jelas Hilda.

Lanjut Hilda, ketika itu suasana tegang terjadi dalam pembicaraan. Dirinya terkejut, ketika pembicaraan tengah berlangsung, tiba-tiba salah satu orang yang ikut dalam rombongan ibu Bupati itu, menyerang keoponakannya, Fahri Semat.

“Setelah Fahri dipukul hingga bibirnya pecah dan mengeluarkan darah yang cukup banyak, saya pun dipukul oleh Fuad dan istrinya, serta ayah dari istrinya Fuad yang diketahui merupakan anggota di Polsek Kotabunan,” tuturnya.

Didampingi kuasa hukumnya, Hilda pun menjelaskan kalau kejadian tersebut terjadi di hadapan ibu Bupati Bolmong Timur, Nursiwin Dunggio. “Penganiayaan terhadap saya dan Fahri oleh Fuad tepat dilakukan di hadapan ibu Bupati. Dalam kejadian itu Ibu Bupati justru hanya mendiamkan dan menonton kejadian itu,” bebernya.

Dengan kejadian tersebut, Charlie Tuela SH, selaku pengacara Hilda dan Fahri mendesak agar aparat kepolisian segera menuntaskan kasus itu. “Jangan hanya karena pelaku merupakan anak penguasa, lantas kasus ini didiamkan begitu saja,” imbuh Charlie.(tn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here