Diduga Cemari Lingkungan, PT BPR Terus Mendapat Penolakan Warga

0
420
Diduga Cemari Lingkungan, PT BPR Terus Mendapat Penolakan Warga  Boltim
ilustrasi-tambang emas

ZONA BOLTIM – Keberadaan perusahaan tambang emas, PT Boltim Primanusa Resources (BPR), di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), terus mendapat penolakan dari sejumlah warga di lingkar tambang.

Penolaan tersebut datang diantaranya dari warga Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan, lantaran aktivitas pertambangan dari perusahaan di lokasi gunung garini itu, diduga mencemari lingkungan. Bentuk penolakkan warga ini dibuktikan dengan pembubuhan tanda tangan sekitar 600 Warga.

“Sebagian besar warga terus menolak PT BPR beroperasi dilokasi garini,” ungkap Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Buyat, Rajunan Ude, kepada sejumlah wartawan rabu (22/10).

Lanjut Rajunan. Sejauh ini warga hanya melakukan upaya penolakkan secara persuasif. Dia berharap, pemerintah daerah terutama dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim, dapat menindaklanjuti aspirasi dari warga¬† tersebut.¬† “Warga berharap para anggota dewan dapat menseriusi keluhan warga ini, dan secepatnya menghentikan segala kegiatan dari perusahaan itu,” harapnya

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Boltim Priyamos SH, mengatakan pihaknya telah membentuk tim untuk memantau langsung bentuk pencemaran lingkungan di sekitar lokasi PT BPR. Kata dia, sudah ada indikasi kerusakan dan pencemaran oleh perusahaan tersebut.

“Kita akan audit lingkungan untuk melihat kadar kerusakan lingkungan yang terjadi di sana,” ungkap Priyamos.

Terpisah, pihak PT BPR saat dikonfirmasi via selular, melalui Humas, Rivo Sandehang, menampik jika banyak warga yang menolak perusahan tersebut. Menurutnya, sebagian warga menginginkan perusahan itu beroperasi karena direkrut sebagai karyawan. Ia menjelaskan, tahun depan ditargetkan PT BPR sudah mendapatkan izin eksploitasi sehingga mereka sudah mulus melakukan penambangan emas di gunung Garini. “Untuk sekarang kita hanya eksplorasi Itu sesuai izin kita,” jelasnya.

Peliput: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here