Dikpora KK Gunakan Dana 1/5 Miliar, untuk Website Kualitas Gratisan

0
323
Dikpora KK Gunakan Dana 1/5 Miliar, untuk Website Kualitas Gratisan Pendidikan
Tampilan depan situs dikoprakotamobagu.net

Zona Pendidikan – Sejak diluncurkan Senin (25/11) lalu, website (situs.red) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) yang diperkirakan menelan anggaran kurang lebih 200 juta tersebut, layaknya website gratisan.

Berdasarkan penelusuran zonabmr.com, website tersebut hanya merupakan satu website saja, sementara tiap sekolah di Kotamobagu hanya berupa link URL (lihat gambar dibawah) dari website utama milik Dikpora Kotamobagu yang dinamai dikporakotamobagu.net, dan hampir seluruh sekolah dalam website tersebut belum memiliki konten sama sekali, meski telah berjalan sebulan lebih, ditambah penataan website yang terkesan dibuat seadanya, terlihat dari beberapa bagian yang belum rampung seperti bagian footer situs.

Dikpora KK Gunakan Dana 1/5 Miliar, untuk Website Kualitas Gratisan Pendidikan
Tampak alamat url salah satu sekolah dari situs dikporakotamobagu.net

Arpan Parutang, Kepala Jurusan Multimedia SMKN 1 Kotamobagu, saat dimintai keterangan terkait kualitas website tersebut mengatakan, content management system (CMS) yang digunakan kemungkinan belum usai dirubah. “Sehingga bagian footer website tersebut masih bertuliskan Dikpora Bitung,” katanya.

Rudhi Maya, salah satu web development mengatakan, penggunaan domain .net (baca. dot net) pada website milik pemerintah daerah sangat tidak sesuai. “Harusnya website pemerintahan mengunakan domain .go.id atau minimal .co.id.” bebernya.

Dikatakannya lagi, untuk pembuatan sebuah CMS (content management system) yang akan diterapkan pada website pemerintahan minimal harus dibuat sendiri oleh programmer-nya.

“Saya menilai, situs Dikpora KK walaupun dibuat oleh programmer dari dikporakotamobagu.net setidaknya harus beda dengan CMS lainnya, karena website tersebut jika dibandingkan dengan CMS khusus sekolah yang diberikan secara gratis oleh tim Balitbang Depdiknas, sangatlah jauh kualitasnya, baik dari segi pengelolaan admin sampai user experience,” kata Rudhi.

Terpisah, Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Dinas Dikpora KK Rastono, S.Pd, ME, saat dikonfirmasi menuturkan, pihaknya masih memiliki agenda pertemuan lanjutan dengan pihak pengembang situs. karena user website belum juga diserahkan ke Dinas Dikpora. “Begitupun untuk pengelolaan di kantor juga belum ditetapkan oleh Kepala Dinas Dikpora,” kata Rastono.

Sementara itu, Kadis Dikpora KK Sa’ir Lentang MAP saat dikonfirmasi via seluler menuturkan, untuk operator di Dikpora masih akan diseleksi. “Operator masih akan diseleksi karena berkaitan tanggung jawab atas konten-konten yang akan dipaparkan nanti,” katanya seraya menjelaskan banyak manfaat dari website tersebut.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here