Dikritik Djelantik dalam Sidang, Tatong Bara Ucapkan Terima Kasih

0
173
Dikritik Djelantik dalam Sidang, Tatong Bara Ucapkan Terima Kasih Headline
Suasana sidang RPJMD

ZONA KOTAMOBAGU – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu, Djelantik Mokodompit menggunakan hak politiknya untuk berbicara menginterupsi jalannya sidang Paripurna RPJMD Tahap II, di ruang sidang DPRD, Selasa (10/11). Interupsi Itu dilakukannya tepat saat Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara, naik podium dan bersiap memberikan sambutan usai penandatanganan MoU antara pihak Eksekutif dan Legislatif,

“Saya mempertanyakan mekanisme penunjukan Tahlis Galang sebagai Sekretaris Kota (Sekkot) Kotamobagu. Jangan sampai karena namanya lelang, Pak Tahlis terpilih karena penawarannya yang paling tinggi,” ujar Mokodompit.

Djelaskannya, UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 yang di dalamnya mengurai bahwa lelang jabatan bisa dilakukan bila terjadi kekosongan jabatan, “Apakah posisi Sekkot saat dilakukan lelang jabatan sedang kosong?” tanya Mokodompit.

“Ada desas-desus yang beredar di Masyarakat, bahwa Panitia Seleksi Lelang Jabatan adalah Tim Suksesnya TB-Djadi. Dan benarkah katanya keputusan Wali Kota dipengaruhi pihak ketiga?” cecar Mokodompit sembari beranjak dari kursi Wakil Ketua dan pindah tempat untuk duduk berdampingan bersama para anggota DPRD.

Mokodompit juga menyinggung hubungan Eksekutif dan Legislatif harusnya sebagai Mitra yang sejajar, namun belakangan tidak berjalan baik dan bahkan cenderung saling meremehkan, “Mitra yang sejajar itu harus diaplikasikan dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Setelahnya, Wali Kota Tatong Bara menanggapi dengan menyatakan rasa terima kasih atas kritikan dan pertanyaan Mokodompit. Namun dirinya dengan tegas membantah soal kebijakan-kebijakan yang diambil karena desakan pihak ketiga, “Demi Allah kami tidak membuat lelang jabatan seperti harga barang, dan TS tidak dijadikan ukuran untuk menjabat sebagai panitia lelang,” ungkap Tatong.

Lanjut dikatakannya, setiap tindakan memang akan membuat banyak pihak beropini, dan pergantian Sekkot telah melaui tahapan evaluasi yang mendalam dan dikarenakan kebutuhan untuk membuat Kotamobagu menjadi lebih maju lagi.

“Jika masih ada yang mempertanyakan mekanisme rolling jabatan, kami siap untuk diundang dalam forum yang terpisah untuk menjelaskan masalah tersebut. Beri kesempatan Pak Tahlis untuk melanjutkan tugas luhur pak Limbalo,” pinta Tatong sembari lanjut menambahkan, tanpa pihak legislatif, eksekutif bukanlah apa-apa. Jadi tidak benar soal meremehkan pihak DPRD.

“Saya berterima kasih atas kritikan dari Senior saya, Bapak Djelantik Mokodompit. Mudah-mudahan apapun yang menjadi agenda senior saya ke depan, kami siap dengan tangan terbuka untuk mendukung, sebagai bukti Moto tompiaan, moto tabian bo moto tanoban masih dipegang teguh. Marilah kita membangun Kotamobagu bersama-sama,” ucap Tatong memungkasi sambutannnya.

Reporter: Iswahyudi Masloman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here