Dinas PPPA Evaluasi Penyelenggaraan Program KLA

0
198
Dinas PPPA Evaluasi Penyelenggaraan Program KLA Headline Kotamobagu
Rapat evaluasi dan koordinasi gugus tugas kota layak anak yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar rapat Evaluasi dan Koordinasi Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) tahun 2019, bertempat di Kantor DP3A Kotamobagu, Senin (9/12).

Kepala DP3A Kotamobagu, Siti Rafiqa Bora mengatakan, kegiatan ini telah diagendakan tiap triwulan untuk mengetahui sejauh mana program KLA yang dilaksanakan sepanjang tahun 2019.

“Yang kita bahas di rapat evaluasi ini terkait program di tahun 2019 apakah sudah terlaksana dengan maksimal. Dan ternyata masih ada yang belum maksimal dan itu akan menjadi target untuk dilaksanakan di tahun 2020. Sesuai dengan aturan sekarang KLA sudah menjadi Peraturan Pemerintah (PP) dan bukan lagi Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang selama ini dasar hukumnya kita berpatokan disitu,” kata Rafiqa.

Lanjutnya, sejak ditandatangani Presiden Joko Widodo menjadi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 59 tahun 2019, maka di tahun 2020 KLA sudah menjadi tanggung jawab semua stakeholder yang ada.

“Tentu leading sector-nya ada di DP3A namun melibatkan semua OPD yang ada, makanya kita kembali mengevaluasi untuk lebih penguatan di gugus tugas KLA untuk tahun 2020. Insya Allah apa yang kita sudah bahas tadi dan semua pro aktif dalam menyampaikan apa saja yang menjadi materi mereka untuk keberpihakan terhadap urusan perempuan dan anak di tahun 2020 akan tercapai,” ucapnya.

Menurutnya, jika program KLA ini tercapai di tahun 2020, ia yakin Kotamobagu dapat menerima penghargaan dari pemerintah pusat. “Namun untuk soal penghargaan itu hanyalah sebuah simbol bahwa kita dihargai dan diakui, tapi sesungguhnya yang paling utama adalah bagaimana mewujudkan masyarakat Kotamobagu itu yang sejahtera terutama perempuan dan anaknya,” sebutnya.

“Kalau perempuan dan anak itu sejahtera maka daerah pasti nyaman. Tidak ada huru hara sebab perempuan mampu mendidik anaknya. Dan anaknya mampu untuk menjadi generasi hebat. Hanya dua poin ini yang kita buat untuk membangun sumber daya manusia yang baik untuk menopang infrastruktur yang ada.

Untuk hasil evaluasi, ia menyebut, ada beberapa hal untuk lebih penguatan di tahun 2020, terutama iklan rokok karena itu sangat berpengaruh. “Sebab di rokok itu tertulis ingat merokok akan membunuhmu, tapi masih ada dimana-mana. Nah bagaimana semua ini tidak membunuh anak-anak kita, sehingga dalam KLA ini program pemerintah untuk bisa mewujudkan Kotamobagu sebagai kota layak anak ini maka kita hilangkan dulu yang namanya rokok,” terangnya.

Ditambahkan, dari dinas kesehatan juga sementara menggodok untuk Perda tentang kawasan bebas rokok. “Insya Allah persoalan ini kita bahas bersama instansi terkait untuk bagaimana menghilangkan iklan-iklan rokok yang ada di Kotamobagu. Salah satu hal yang sangat signifikan untuk mengurangi nilai kita di tahun 2019 adalah iklan rokok,” pungkasnya. (gjm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here