Distamben Dinilai Hambat Investasi Rp 10 Triliun di Bolmong

0
203
Distamben Dinilai Hambat Investasi Rp 10 Triliun di Bolmong Bolmong Headline
Pertemuan pihak PT Sulenco dan PT Conch bersama BKPN dan Imigrasi Kotamobagu, Senin (23/11) (F: probmr.com)

ZONA BOLMONG – Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), hingga saat ini tak kunjung mengeluarkan rekomendasi perizinan untuk perusahan PT. Sulenco Bohusami Cement. Padahal, perusahaan yang bekerjasama dengan PT. Conch North Sulawesi Cement tersebut telah memenuhi beberapa persyaratan. Bahkan nilai investasi perusahaan semen ini mencapai Rp 10 triliun.

Surya selaku owner PT. Sulenco Bohusami Cement mengaku, proyek tersebut sudah sejak lama direncanakan. Dijelaskannya, pada tahun 1996 lalu, sudah dilakukan pembebasan lahan.

“Sekarang sudah ada investor yang serius. Izin kami belum lengkap mereka sudah berani mulai melakukan kegiatan sebagai tanda bahwa mereka siap berinvestasi di daerah. Dari tahun lalu sampai sekarang kenapa tidak keluar rekomendasi,” ujarnya, Senin (23/11).

Bahkan kata Surya, jika rekomendasi di daerah tidak dikeluarkan, maka mereka akan mengurus secara berjenjang sampai ke pemerintah pusat, “Mengapa izin ini menjadi hambatan. Sebenarnya kami ini adalah bagian dari daerah dan akan membangun daerah, kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Selain itu, Kepala Kantor Imigrasi Kotamobagu Arthur Mawikere mengatakan, pihaknya juga telah mengembalikan paspor kepada 5 warga negara Cina bersangkutan yang bekerja di PT. Conch North Sulawesi. Itu dilakukan karena tidak ada permasalahan.

”Intinya mereka memiliki pasport yang masih dalam proses perpanjangan di Jakarta. Karena ini terkait dengan investasi untuk daerah, maka kami melihat dari sisi asas manfaatnya. Apabila kasus ini akan ditingkatkan ke penyidikan, akan berpengaruh pada hubungan bilateral, investasi di Bolmong,” kata Mawikere.

Sementara, Kepala Bidang Hukum BKPM RI, Priyatno mengatakan, daerah sebaiknya memberikan kemudahan jika ada investasi yang masuk. “Investasi ini mencapai Rp10 triliun yang akan memberi banyak manfaat kepada masyarakat. Seperti di Kalimantan Selatan, Banten, Papua Barat, Sulawesi Selatan, di Baru dan Maros,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Bolmong, Ir. Kartina Mokoginta, saat dikonfirmasi memilih irit bicara. Kata dia, pihaknya menunggu kejelasan status tanah dari pihak Badan Pertanahan Nasional Bolmong, ”Rekomnya masih berproses,” singkatnya.

Reporter: Wiradi Gilalom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here