Dituntut 15 Tahun, Terdakwa Kasus Pembunuhan di Kobo Kecil Divonis Bebas

0
114
Dituntut 15 Tahun, Terdakwa Kasus Pembunuhan di Kobo Kecil Divonis Bebas Hukum
Ilustrasi

ZONA KOTAMOBAGU — Hari Momintan, terdakwa kasus pembunuhan seorang guru di Desa Kobo Kecil pada 2016 silam, divonis bebas. Pemuda asal Desa Modayag, Kecamatan Modayag, Kabupaten Boltim yang hampir 2 tahun menjalani rentet proses hukum itu, dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan tidak bersalah dalam sidang di Pengadilan Negeri Kotamobagu, Rabu (12/9).

Majelis Hakim yang diketuai Warsito, SH beranggotakan Rommel CH Danes, SH dan Raja Bonar Siregar, SH MH, menyatakan membebaskan terdakwa Hari Momintan dari seluruh dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

“Memulihkan hak terdakwa dalam hal kemampuan, kedudukan, harkat, dan martabatnya,” kata Ketua Majelis Hakim.

Sebelumnya, perkara ini sempat dijatuhi putusan sela dengan amar membatalkan dakwaan jaksa karena dianggap tidak cermat. Beberapa pekan selanjutnya, Jaksa Penuntut Umum kembali mendakwa terdakwa dengan dakwaan aternatif Kesatu primer pasal 340 KUHP, subsider pasal 338 KUHP atau Kedua Pasal 353 ayat (1) KUHP. Selanjutnya dalam tuntutannya, Jaksa menuntut terdakwa dihukum 15 tahun penjara.

Atas putusan hakim tersebut, Jaksa Penuntut Umum menyatakan dalam persidangan masih pikir-pikir. Sedangkan terdakwa melalui Penasihat Hukumnya mengaku menerima putusan tersebut.

Diwawancarai usai persidangan, Eldy Noerdin SH, penasihat hukum terdakwa mengaku pihaknya sangat mengapresiasi putusan hakim. Menurutnya, kasus ini memerlukan pendalaman aparat untuk menemukan siapa pelaku sebenarnya. Terlebih hingga saat ini motor korban tidak diketahui keberadaannya.

“Saya yakin, jika motor korban ditemukan, akan sangat memudahkan aparat dalam melakukan penelusuran siapa dan bagaimana peristiwa pembunuhan malam itu sebenarnya terjadi,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, kasus pembunuhan ini bermula ketika warga Desa Kobo Kecil digemparkan dengan penemuan sosok mayat di perkebunan Desa Kobo Kecil, pada 18 Oktober 2016 silam. Dari penemuan mayat tersebut, aparat kepolisian selanjutnya mengembangkan pemeriksaan dan 3 hari setelahnya menangkap terdakwa karena diduga keras merupakan pelaku pembunuhan.

Menurut keterangan pihak kepolisian waktu itu, terdakwa ditangkap karena merupakan orang terakhir bersama  korban. Terdakwa diamankan berserta sejumlah barang bukti antaranya sebilah pisau yang diduga digunakan sebagai alat melakukan pembunuhan. (trz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here