Dua Eks Srikandi DPRD Bolmong Diperiksa Kejari

0
414
Dua Eks Srikandi DPRD Bolmong Diperiksa Kejari Bolmong
Ivan R Bermuli SH


ZONA BOLMONG
 – Penyelidikan kasus dugaan reses fiktif DPRD Bolmong 2013 terus bergulir. Setelah memeriksa 5 eks legislator DPRD Bolmong periode 2009-2014, kali ini dua mantan personel DPRD lainnya, yakni Fonny Poppie Pandeirot dan Tenty Golasik memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu, Jumat (10/10).

Keduanya tiba di kantor Kejari pukul 11.00 Wita, dan diperiksa di ruang terpisah hingga pukul 15.00 Wita, sore tadi. Poppie Pandeirot, saat diwawancara usai pemeriksaa mengatakan, penyidik banyak memberikan pertanyaan terkait kegiatan reses 2013. Dirinya mengaku reses yang dilakukan itu tidak menyalahi aturan dan sudah dilakukan sesuai prosedur. “Pertanyaan penyidik saya jawab sesuai apa yang kami laksanakan di lapangan,” katanya.

Sementara, Tenty Golasik, mengaku saat melaksanakan reses hari pertama waktu itu, dirinya bersama legislator lainya dari Dapil Dumoga menggelarnya di satu lokasi. Kemudian, hari kedua reses dirinya dan rekan anggota DPRD lainya, masing-masing turun langsung ke desa-desa dan bertatap muka dengan warga.”termasuk majelis taklim, kaum ibu dan kelompok tani,”jelasnya.

Diketahui, kasus dugaan korupsi dana reses berbandrol Rp877 juta ini, menjadi salah satu prioritas penyidik Kejari untuk segera diungkap. Hal itu sebagaimana yang dikatakan Kasi Pidsus Ivan Bermuli, bahwa pihaknya memastikan ke-30 anggota DPRD Bolmong periode lalu akan dipanggil untuk diperiksa.

Lanjut Ivan, temuan penyidik bahwa reses dilakukan hanya di satu desa, sementara dalam petunjuk teknis (Juknis), reses harus dilakukan di empat desa. “Diperintahkan melakukan reses di empat desa, namun kenyataanya sejumlah anggota DPRD periode lalu mengaku melaksanakannya di satu desa. Reses di tiga desa itu yang kami anggap fiktif. Pengembalian TGR tidak menghapus unsur pidananya,” kata Ivan.

Ia menegaskan, semua kasus menjadi prioritas. Untuk kasus reses ini, pihaknya menargetkan akan meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan pada akhir Oktober ini.

Peliput: Wiradi Gilalom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here