Dua Staff Sekretariat DPRD Bolmong Resmi Berstatus Tersangka

0
442
Dua Staff Sekretariat DPRD Bolmong Resmi Berstatus Tersangka Bolmong
Ivan R Bermuli SH

ZONA BOLMONG – Dua orang staff  Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolaang Mongondow (Bolmong) yakni AB dan VTS resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu. Penetapan status sebagai tersangka kepada keduanya yang tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil itu (PNS) itu terkait kasus tindak pidana korupsi dana reses Tahun 2013 berbanderol Rp852 juta.

Penetapan keduanya sebagai tersangka berdasarkan surat dari Kejaksaan Nomor B 1563/R.1.12/Fd.1/11/2014 dan B 1564/R.1.12/Fd.1/11/2014 tertanggal 4 November 2014.

” Mereka berdua adalah pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) dalam kegiatan reses itu, yakni AB dan VTS,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Ivan Bermuli, Selasa (11/11).

Ivan menambahkan, Kejaksaan akan melakukan pemanggilan kembali kepada pihak yang pernah dimintai keterangan untuk diperiksa lagi sebagai saksi, seperti sejumlah mantan anggota DPRD Bolmong periode 2009-2014, dan pihak yang terkait lainya.

” Kasus ini akan terus kami kembangkan,” Tegas Ivan.

Sebelumnya, Kejari Kotamobagu telah melakukan pemeriksaan kepada puluhan anggota DPRD Bolmong periode 2009-2014 dalam kasus tersebut. Penyelidikan dilakukan Kejari karena ada indikasi kegiatan reses dilakukan tidak sesuai mekanisme.

Diduga sejumlah kegiatan reses tidak dilaksanakan atau fiktif, selain itu potensi lain terjadinya korupsi pada anggaran sewa gedung yang diduga tidak digunakn semestinya. Dalam rencana kerja anggaran (RKA) tertata anggaran untuk sewa tenda.

Namun, sejumlah legislator menggelar reses di kantor camat dan balai desa yang memungkinkan tak ada biaya sewa tenda.

Dalam hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan bahwa pertanggung jawaban atas realisasi belanja barang dan jasa pada kegiatan reses sebesar Rp852 Juta itu terindikasi tidak sesuai dengan nilai realisasi pembayaran sebenarnya.****

Peliput : Wiradi Gilalom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here