Eyang: “Apa Ngana Pe Maksud Tu Komkomci?”

0
1331
Eyang: “Apa Ngana Pe Maksud Tu Komkomci?” Headline Hukum
Bupati Boltim, Sehan Landjar

ZONA HUKRIM – Bupati Boltim Sehan Landjar membantah soal laporan kasus penganiayaan yang dilayangkan warga Bangunan Wuwuk ke Mapolres Bolmong, Rabu (30/9) malam tadi. (Baca: Lagi, Sehan Landjar Dipolisikan, Kali ini Diduga Tampar Bocah)

Menurut Sehan Landjar, tidak ada aksi pemukulan dan dirinya hanya turun menemui seorang warga untuk mempertanyakan terkait sahutan kata “komkomci” yang ia dengar.

Eyang—sapaan akrab Sehan Landjar—menuturkan, saat itu dirinya sedang berkendara dengan mobilnya dan bertepatan melihat seseorang dalam mobil yang ia kenal yakni Weli Rompas. Dirinya pun langsung menyapa dengan lambaian tangan sebagaimana biasa ia lakukan saat bertemu warga.

Namun kata Eyang, ia terusik menerima balasan lambaian Weli sembari menyebut kata komkomci. “Jadi, tunggu-tunggu kita mo tanya apa depe maksud itu (komkomci.red)” ujar Landjar saat diwawancarai zonabmr.com, Kamis (01/10) dini hari tadi.

Dirinya pun turun dari mobilnya kemudian menghampiri mobil Weli, “Kita turun nda bapegang pa dia pe oto. Dia di stir, kita ada di sei pa depe bini, di sebela kiri, di pintu kiri. Kong ada polisi ada samua sekitar 20 orang stow di situ,” kata Eyang.

“Eh apa itu ngana pe maksud komkomci? sapa yang itu ngana pe maksud komkomci? Dia bilang ’nyanda-nyanda pak’,” tambah Eyang mengulang pertanyaanya kepada Weli, “oei, kita ini masih bupati, ada hormati pa ngana angka tangan!” ujar Eyang lagi.

Eyang kembali menyatakan saat itu dirinya jauh dari posisi Weli karena berada di samping kiri mobil dekat istrinya Weli. “Kita bilang, ‘Eh bos, ngana kira ngana pe calon ini juga suci. Kita juga tau salah satu ada lagi cerai orang pe rumah tangga, kita yang sebutul. Atau baku bongkar’ ta bilang, ‘jang bagitu’”.

“Mencalonkan tidak boleh itu menghina-menghina bagitu, oke bos e? Dia bilang ‘iyo-iyo pak minta maaf’,” tambah Eyang mengulang perkataanya kepada Weli.

Lebih lanjut Eyang mengatakan dirinya pun setelah itu langsung pergi dari lokasi tersebut, “Sudah, kita so nae di oto kong langsung pigi. Cuma bagitu, kan ada polisi di sei pa kita, ada apa ba kawal pa kita. Hele kita ada tatatawa iko nae di oto,” ucapnya.

“Kira-kira stow stenga menit ta bicara, iko pigi. Kita nyanda tau deng dorang bakalae ka baku bunung, kiapa kong bilang kita ba pukul. Bekeng apa kita mo bapukul orang,” urai Eyang.

Sementara terkait laporan tersebut, Eyang pun menyatakan dirinya memiliki saksi 20-an orang, “Sebentar kita mo bikin laporan balik,” ucapnya, “lapor balik, pasti dong. Masa’ orang bilang kita ba pukul,” ujarnya.

Saat ditanyakan kapan kepastian melakukan laporan balik, Eyang mengaku masih akan melihat kondisinya, “Kita liat sampai besok (hari ini). Iya dong, kalo dorang melapor itu kan telah direkayasa, sapa yang kita da pukul? Kita so nae oto kong pigi, Cuma abis bicara stenga menit pa itu Weli itu, depe bini so ba minta-minta maaf juga, kita so nae oto kong pigi,” terangnya.

Reporter: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here