Fakta Unik tentang Bentor

0
1046
Fakta Unik tentang Bentor Headline Tahukah Anda?
Foto: Eldy Noerdin

Tak bisa dipungkiri, alat transportasi umum yang paling sering digunakan penduduk bolaang mongondow raya, khususnya di Kotamobagu adalah Bentor. Kendaraan jenis bentor merupakan kendaraan modifikasi yang menggabungkan antara sepeda motor dan becak. ada beberapa fakta menarik dan unik tentang bentor yang berhasil dirangkum tim Zonabmr.com

1. Asal mula bentor.

Bentor pertama kali masuk ke bolaang mongondow di akhir tahun 2000, yang dibawa seorang pedagang pasar dari gorontalo. Pada mulanya bentor bukanlah kendaraan angkutan umum yang digunakan untuk mengangkut orang, namun bentor berfungsi sebagai kendaraan pengangkut barang, malah bentor juga pernah dimodifikasi untuk digunakan dalam berdagang es.

2. Bentor adalah Sepeda Motor Roda Dua.

Jika anda memiliki bentor, coba perhatikan keterangan dalam Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kendaraan tersebut. tercantum jenis kendaraan adalah sepeda motor solo, yang berarti kendaraan tanpa kereta gandeng. Sama persis dengan dengan BPKB dan STNK sepeda motor lainnya. Namun pada kenyataannya bentor bukanlah sepeda motor, karena bentor memiliki kereta tempel dan memiliki tiga buah roda. Selain itu, daya angkut bentor tidak seperti sepeda motor, bentor mampu mengangkut seorang sopir, dua penumpang di depan dan satu penumpang lagi di belakang sopir. Belum lagi ditambah barang bawaan penumpang dan juga perlengkapan audio yang terbilang cukup berat.

3. Konstruksi Bentor.

Bentor di Bolaang Mongondow dan di Gorontalo sangat berbeda dengan kendaraan sejenis yang berada di Jawa atau Sumatera. Jika di jawa atau sumatera kereta tempelnya berada di samping atau belakang, kereta tempel bentor justru berada di depan. Hal inilah yang membuat konstruksi bentor lebih mirip becak.

4. Bentor kendaraan aman/tidak aman.

Karena bentor merupakan kendaraan modifikasi, maka tidak pernah ada tes uji kelayakan dan keamanan. Untuk itu kita perlu ketahui seberapa tinggi tingkat keamanan dari bentor. Perhatikan fakta-fakta berikut : Bentor adalah satu-satunya kendaraan bermotor yang tidak memiliki sistem pengereman di roda depan, sistem pengereman hanya berada di satu roda belakang bentor. Hal ini pasti menyulitkan saat pengendara melakukan pengereman yang tiba-tiba atau saat berhenti di turunan jalan. Posisi kereta tempel yang berada di depan membuat was-was penumpangnya. Karena jika terjadi tabrakan, otomatis penumpang akan menjadi orang yang paling dirugikan. Karena seolah-olah penumpang dimanfaatkan menjadi tameng untuk kendaraan dan pengemudi dibelakangnya. Aturan penggunaan pelindung kepala hanya di berlakukan untuk pengendara bentor, sementara penumpang yang berada di depan justru dinilai tidak perlu menggunakan. Sistem pencahayaan untuk lampu utama kendaraan ini sangat menyulitkan pengendara untuk melihat kondisi jalanan saat malam hari. Selain itu posisi lampu utama berada terlalu rendah, sehingga fungsi utama dari lampu itu menjadi sangat buruk. Namun setelah kita simak fakta diatas jangan dulu kita berkesimpulan bahwa bentor adalah kendaraan yang tidak aman. Berdasarkan angka kecelakaan, bentor justru menempati urutan terbawah. Jauh dibawah angka kecelakaan sepeda motor ataupun mobil.

5. Bentor Primadona di Kotamobagu.

Di Bolaang Mongondow Raya terlebih khusus di kotamobagu, bentor merupakan sarana angkutan umum utama mengalahkan angkutan umum yang sudah terlebih dahulu ada seperti mikrolet dan juga ojek. Terlebih lagi ada fakta bahwa kemunculan bentor justru “membunuh” keberadaan angkutan umum dalam kota lainnya. Hal ini dikarenakan kemampuan yang dimiliki bentor seperti daya angkut serta kemampuan memasuki jalanan sempit yang tidak dimiliki angkutan umum lainnya.

6. Bentor biang kemacetan.

Fakta bahwa bentor merupakan biang kemacetan sangatlah masuk diakal, hal ini bisa kita lihat di pusat-pusat keramaian seperti bundaran paris, pasar dan terminal serasi, jalan kartini, depan dragon swalayan dan depan toko abdi karya. makin parah ketika menjelang hari-hari besar seperti hari raya idul fitiri, idul adha, natal dan tahun baru. pemicunya adalah jumlah bentor yang terkonsentrasi di suatu titik keramaian serta tingkat disiplin pengendara bentor yang sangat rendah. Begitupun jika dibandingan dengan mikrolet, satu mikrolet mampu menampung 10 penumpang, artinya dibutuhkan 5 bentor untuk mengankut jumlah tersebut, tak terbayang bagaimana macetnya jika bentor masuk Manado?

7. Biaya/Tarif Naik Bentor.

Jauh dekat Rp. 4.000, bisa lebih tidak bisa kurang bentor siap melayani anda, kapan saja dan dimana saja. Tetapi anda harus siap merogoh kocek lebih dalam jika anda ingin diantar sesuai keinginan anda. Berbeda dengan angkot yang telah memiliki tarif yang jelas, tarif bentor sangatlah unik karena tarif normal bentor saat ini adalah Rp.4.000 jauh/dekat namun jika jarak yang ditempuh dirasa terlalu jauh, maka biasanya sopir bentor akan menegosiasikan harga, jika sepakat maka anda akan diantarkan ke tempat tujuan anda, namun dengan tarif yang telah di sepakati tadi. lain lagi jika uang yang anda sediakan 5 ribu maka tidak menutup kemungkinan tak akan ada uang kembalian karena tak jarang sopir tidak memiliki uang pecahan seribu.(rex)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here