Gagal Antisipasi Terorisme, BRANI: Kepala BIN Harus Mundur

0
243

Gagal Antisipasi Terorisme, BRANI: Kepala BIN Harus Mundur Nasional

ZONA NASIONAL – Aksi teror di Jakarta pada Kamis (14/01) lalu, tak lepas dari tanggung jawab negara dalam melindungi dan memberikan rasa aman pada masyarakat. Aparat negara yang paling bertanggung jawab adalah Badan Intelijen Negara (BIN), yang bertugas mengantisipasi agar terorisme tidak terjadi di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Sulawesi Utara, Benny Rhamdani (BRANI), Sabtu (16/01) di Jakarta, di hadapan sejumlah insan pers.

BRANI pun mempertanyakan teror dan perlawanan bersenjata yang mengakibatkan seluruh rakyat Indonesia cemas. Bisa terjadi hanya 2 kilometer dari Istana Negara dan tidak ada yang berani menyatakan bertanggung jawab.

“Sebagai pihak yang paling bertanggung jawab, kepala BIN harus secara ksatria berani menyatakan mundur dari jabatannya. Sebagai pertanggung jawabannya pada rakyat Indonesia yang saat ini terteror,” ujar BRANI.

“Kejadian ini bisa membuat masyarakat berpikir, bagaimana nasib mereka di daerah kalau Istana saja bisa diserang secara terbuka oleh teroris,” tambahnya.

Ia pun menyayangkan tidak adanya pejabat negara yang meminta maaf atas dampak terorisme pada masyarakat, dan hanya bisa menyampaikan berduka pada keluarga korban, “Ini masalah serius yang harus menjadi tanggung jawab negara,” ungkapnya.

BRANI mengingatkan, Negara jangan sampai abai, karena jika itu terjadi artinya terorisme berhasil menguasai kehidupan bernegara, hak untuk memperoleh perlindungan dan rasa aman dijamin dari preambule UUD 45’, batang tubuh, sampai undang-undang dan peraturan yang di bawahnya.

“Jika Kepala BIN tidak mau mundur, maka Presiden Jokowi lah yang harus berani meminta Sutiyoso untuk mundur,” tegas BRANI.

Reporter: Iswahyudi Masloman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here