Gula Aren Bantu Perekonomian Masyarakat Moyag

0
100
Gula Aren Bantu Perekonomian Masyarakat Moyag Ekonomi Headline Kotamobagu
Ungke mamonto ketika mengolah air nira menjadi gula aren digubuknya.

ZONA KOTAMOBAGU – Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, dikenal sebagai desa penghasil gula aren. Tak heran jika produk gula berbahan dasar air nira yang diproduksi pengrajin desa setempat sudah dikenal luas dan menguasai pasar di Kota Kotamobagu.

“Beginilah pekerjaan saya sehari-hari. Membuat gula kemudian dijual dipasar. Usia saya sudah tua, tak mampu lagi makan gaji (jadi buruh harian) seperti yang lain. Jadi hanya begini (membuat gula aren) yang bisa dilakukan,” sebut Ungke Mamonto (68), saat dijumpai digubuk tempatnya membuat gula aren, kemarin.

Ia mengungkapkan, gula aren hasil olahannya itu dijual sendiri di pasar. Harganya bervariasi, karena disesuaikan dengan ukurannya. “Biasanya saya jual 13 ribu per buah. Tapi ada juga yang 15 ribu. Tergantung ukurannya. Alhamdulillah hasilnya cukup lumayan untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkapnya.

Papa Yulan –sapaan akrabnya- menjelaskan, untuk membuat gula aren, terlebih dahulu dirinya mengumpulkan air nira menggunakan bambu seukuran 1,5 meter di pohon-pohon nira yang akan dikebunnya. Air nira itu selanjutnya dikumpulkan ke dalam drum kemudian dimasak hingga dua hari. Namun sebelum memasak air nira itu, ia juga harus mengumpulkan kayu bakar.

“Satu kali memasak (air nira) begini bisa dapat sampai 75 batu (buah) gula aren. Memang agak sulit kalau tidak terbiasa. Tapi kalau seperti saya ini yang sudah 44 tahun begini (pengrajin gula aren), maka ini terasa mudah,” jelasnya.

Agar usahanya itu tetap berjalan, ia beberapa tahun lalu sudah menanam sekira 100 pohon aren. Saat ini, pohon aren yang ia tanam itu sudah bisa menghasilkan buah aren yang menjadi sumber pengambilan air nira. “Air nira ini diambil dari pohon-pohon itu,” tambahnya. (guf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here