Harga Batu Bata di Kotamobagu Terus Meroket

0
157
Harga Batu Bata di Kotamobagu Terus Meroket Ekonomi
Pembuatan batu bata (F: ist)

ZONA EKONOMI – Harga tela atau batu bata merah hingga kini terus meroket. Pasalnya, permintaan akan batu bata terbilang cukup banyak sehingga tak seimbang dengan hasil produksi. Kenaikan harga batu bata tersebut terbilang cukup tinggi, padahal sebelumnya harga batu bata berkisar di antara 400-450 untuk bata ukuran 9 dan untuk ukuran 12 berkisar 550-600.

“Saat ini harga batu bata terbilang cukup mahal, dan sepertinya material batu bata mulai langka. Hingga pembangunan rumah pribadi yang sedang dilakukan, terhenti akibat material batu bata yang belum ada,” keluh Diding Mamonto, salah satu konsumen, kemarin.

Sementara itu, Samsir Paputungan salah satu pengusaha batu bata asal Kelurahan Pobundayan mengatakan, hingga bulan November ini, harga batu bata terus merangkak naik. Sebab, banyak permintaan untuk bangunan rumah pribadi dan bangunan pemerintah.

“Harga batu bata untuk ukuran 9 berkisar 600-650 rupiah, untuk batu bata ukuran 12 berkisar 700-750 rupiah,” terang Samsir, Senin (14/11) kemarin.

Dikatakan, penyebab naiknya harga batu bata diakibatkan kurangnya pengusaha yang memproduksi batu bata, sebab beberapa waktu lalu banyak dari mereka yang melakukan panen cengkih.

“Sekitar bulan Agustus-Oktober banyak pengusaha batu bata dari Kelurahan Pobundayan yang melakukan panen cengkih di kebun mereka, dan usaha batu bata mereka tinggalkan sementara,” ujarnya.

Di sisi lain, permintaan akan batu bata saat ini terus bertambah, sehingga sedikit kesulitan guna memenuhi kebutuhan konsumen akan batu bata, “Pesanan konsumen akan batu bata saat ini begitu banyak, kami selaku pengusaha agak kesulitan untuk memenuhi, sebab stok batu bata yang ada saat ini minim,” singkat Samsir.(her/ldy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here