Helwelderry: Digigit Anjing Tak Otomatis Langsung Kena Rabies

0
431
Helwelderry: Digigit Anjing Tak Otomatis Langsung Kena Rabies Kotamobagu
Ilustrasi

ZONA KOTAMOBAGU – Penyakit anjing gila atau rabies adalah penyakit yang menular melalui gigitan dan air liur anjing yang memang mengandung virus rabies. Namun tak otomatis gigitan anjing terjangkit virus mematikan ini. Begitu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu, dr Salmon Helwelderry kepada zonabmr.com, Minggu (11/5) sore tadi.

Helwelderry menjelaskan, tergigit anjing tidak lantas membuat orang langsung kena rabies, sebab jika anjingnya sudah divaksinasi maka ia tidak akan menularkan rabies. Namun kata Helwelderry, perlu diketahui penanganan jika sampai tergigit anjing. “Anjing harus ditangkap dan diikat, tujuannya untuk observasi apakah ada rabiesnya. Observasi selama 10 hari, jika anjingnya mati itu indikasi rabies,” kata Helwelderry.

Lanjutnya, jika tergigit anjing, pastikan langsung mencuci tangan dengan sabun. Sebab virus rabies bersifat molekular, artinya ia memiliki selaput berupa kandungan lemak atau lipid, sehingga hanya akan mati jika terkena air sabun. “Cuci di air yang mengalir pakai sabun, kalo perlu sampai keluar darah saat luka gigitan dicuci,” terangnya.

Dia menambahkan, pihaknya memiliki gudang penyimpanan vaksin anti rabies (VAR). VAR juga tersedia di seluruh puskesmas se Kotamobagu. “Untuk pusat penangananya kita adakan di Puskesmas Kotobangon, kebetulan dekat dengan kelurahan Tumobui yang merupakan daerah dengan populasi anjing paling banyak.” tukasnya.(fahmi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here