Ikut Diklat PIM, ASN Harus Punya Inovasi

0
258

Ikut Diklat PIM, ASN Harus Punya Inovasi Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Pengamat pemerintahan Bolmong Raya yang juga Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Hukum dan Ekonomi Terapan (LIPHET), Sofyanto Msi, memaparkan soal pentingnya memiliki inovasi bagi setiap Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dijelaskannya, bagi ASN di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu yang berkeinginan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan (PIM) untuk eselon II, III dan IV, harus mempunyai inovasi terkait tugas pokok dan fungsi selama menjabat atau mengabdi pada sebuah satuan kerja perangkat daerah.

Hal itu guna dapat menciptakan ASN yang berbobot dan siap kerja. Selain itu, kewajiban untuk memiliki inovasi ini tertuang dalam Undang-Undang Pemerintah Daerah (Pemda) nomor 23 tahun 2014 bab 21, pasal 386 sampai 390.

“Jadi jangan berharap bagi ASN baik di Pemkot atau BMR pada umumnya jika berkeinginan mengikuti Diklat PIM dua hingga empat, tanpa mengantongi inovasi. Kalau selama menjabat memiliki inovasi, dan ingin mengikuti Diklat PIM ini, maka yang bersangkutan tidak perlu mengeluarkan dana pribadi, karena anggaran tersedia untuk Diklat tersebut,” kata Sofyanto, Rabu (18/5) siang tadi.

Sofyanto mengapresiasi langkah Pemkot Kotamobagu yang telah menerapkan Diklat Satu Pintu. Di mana, utusan Pemkot dalam Diklat PIM akan diklasifikasi, sehingga anggaran yang disediakan tidak menjadi mubasir, “Kotamobagu sudah satu langkah di depan dari daerah lain. Di mana, Kotamobagu telah menerapkan Diklat Satu Pintu, sebagaimana aturan dalam undang-undang Pemda,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Pemkot, Adnan Masinae mengaku bahwa kuota untuk mengikuti Diklat PIM II tahun 2016 hanya untuk satu orang. Lantaran, anggaran hanya menghendaki untuk satu orang. Sementara, untuk Diklat PIM III dan IV, Pemkot tetap menerapkan kualifikasi ketat untuk bisa mengikutinya.

“Memang benar, untuk mengikuti Diklat PIM dua itu harus mempunyai inovasi. Seperti saya tahun ini yang ikut PIM dua, saya membawa inovasi Binaskot. Jadi, tidak mudah untuk mengikuti PIM dua, atau yang lainnya jika tidak mempunyai inovasi,” ungkapnya.

Adnan berharap agar seluruh ASN di Kotamobagu dapat menciptakan inovasi-inovasi, khususnya pelayanan publik untuk bisa mempermantap karir birokratnya, “Selain inovasi, ada beberapa syarat juga yang harus diikuti oleh ASN yang ingin ikut Diklat,” ujarnya.

Reporter: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here