Inilah 14 Bahasa Daerah di Indonesia yang Punah

0
280

Inilah 14 Bahasa Daerah di Indonesia yang Punah Pendidikan

ZONA PENDIDIKAN – Bahasa daerah merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan penduduk pada suatu wilayah dalam sebuah negara. Dengan keberagaman suku dan budaya di Indonesia, tentu saja bahasa daerah yang dimiliki negeri ini juga begitu banyak.

Berdasarkan data, keseluruhan bahasa daerah di Indonesia berjumlah 726 bahasa dan 640 bahasa versi Unesco. Selain Bahasa Indonesia yang dipakai sebagai bahasa nasional, masyarakat biasanya akan menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari.

Ternyata dari jumlah bahasa daerah yang ada, terdapat 14 bahasa daerah di Indonesia yang sudah hilang atau punah. Hilangnya bahasa tersebut disebabkan karena sedikitnya penduduk lokal yang menggunakan bahasa daerah mereka.

14 bahasa yang hilang ini antara lain 10 bahasa di Maluku Tengah yaitu, bahasa Hoti, Hukumina, Hulung, Serua, Te’un, Palumata, Loun, Moksela, Naka’ela dan Nila. Dua bahasa punah juga di Maluku Utara yakni Ternateno dan Ibu. Serta dua bahasa berasal dari Papua yakni Saponi dan Mapia.

Hal ini dijelaskan oleh staf ahli Komisi III DPD-RI, Multania Retno Mayekti Tawangsih Lauder di Bengkulu, Senin (15/6) lalu, terkait kunjungan penyusunan draft RUU bahasa daerah.

Multania menambahkan hanya 13 bahasa di Nusantara yang penuturnya di atas satu juta. Selain 14 bahasa yang punah tersebut, ada satu bahasa lagi yang nyaris punah karena penggunanya tinggal satu orang.

Sementara, 13 bahasa daerah yang penuturnya di atas satu juta di antaranya, Minangkabau, Batak, Rejang, Lampung, Sunda, Makassar, Aceh, Jawa, Bali, Sasak, Bugis, Madura, dan Melayu.

Dari aspek distribusi, bahasa daerah di Indonesia banyak tersebar di Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera dan sedikit di Jawa dengan 20 bahasa.

Anggota DPD RI Dapil Bengkulu, Eni Khairani, mengaku DPD akan mengajukan RUU Bahasa Daerah dalam Prolegnas 2015 hingga 2019.

Semoga saja bahasa daerah tetap mendarah daging meski kita berada di negeri orang, terlebih khusus di Bolaang Mongondow Raya (BMR). Semoga ragam bahasa di BMR tetap lestari, disusul makin bangganya setiap anak Totabuan berbahasa ibu, baik Mongondow, Boroko, Bolango, Bintauna, Bolangitang dan Lolak, “Igay tumongondow singai na’a!

Sumber: Infoyunik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here