Jelang Pileg, Dana Bansos Rawan Dipolitisasi

0
335
Jelang Pileg, Dana Bansos Rawan Dipolitisasi Boltim
Ilustrasi

ZONA BOLTIM – Dana Bantuan Sosial (Bansos) dan dana hibah tahun 2014 yang dimiliki Pemkab Boltim dalam APBD 2014 sebesar Rp4.011.000.000, dan dana hibah sebesar Rp4.225.000.000, dianggap rawan ditunggangi kepentingan partai politik tertentu guna mendongkrak suara dalam pemilu, yang hanya tinggal menghitung bulan ini.

Pemerhati Boltim, Chandra Dondo menilai, pemberian dana Bansos maupun hibah tersebut memang sangat rawan untuk diselewengkan. Artinya, bukan dalam tataran penyelewengan dananya, melainkan penyelewengan informasi bahwa dana tersebut diberikan karena hasil perjuangan partai tertentu maupun perseorangan. Maka, masyarakat yang awam akan mempercayai bahwa ketika mendapatkan bantuan, itu dilakukan oleh partai maupun perseorangan.

“Ini yang sangat rawan. Masyarakat harus mengetahui dana Bansos maupun hibah adalah dana milik APBD yang notabene dihasilkan dari uang rakyat. Maka, dana tersebut bukan milik partai maupun perseorangan ketika melakukan klaim. Tentunya, saya berharap dana tersebut bisa disalurkan sebagaimana fungsinya dalam melakukan pemberian bantuan demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat,” ucap Chandra.

Dia juga mengimbau masyarakat ikut serta mengawasi penyaluran Bansos maupun hibah. Jika kedapatan ada yang memanfaatkan uang rakyat tersebut, maka harus dilaporkan ke pihak terkait. ”Jika ditengarai ada Caleg dari suatu Parpol tertentu memanfaatkan untuk kepentingan politik mereka, maka harus dilaporkan. Masyarakat juga harus cerdas,” tutur Chandra.

Sementara itu, anggota komisi II Dewan Kabupaten (Dekab), Marsaoleh Mamonto mengatakan, jika masyarakat melihat secara jelas adanya suatu kampanye terselubung dibalik pemberian dana Bansos maupun Hibah, langsung dilaporkan ke Panwaslu terkait.

“Solusinya adalah, adanya edukasi kepada masyarakat bahwa dana bansos menggunakan uang negara yang berasal dari rakyat melalui pajak dan kegiatan lainnya. Oleh karena itu, pemerintah daerah tidak boleh mengklaim bahwa bantuan tersebut dari dirinya ataupun dari partainya,” ungkapnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here