Jembatan Roboh, Akses ke Air Terjun Molimpungan Putus

Jembatan Roboh, Akses ke Air Terjun Molimpungan Putus Kotamobagu
Kondisi jembatan yang menjadi akses ke lokasi wisata air terjun Molimpungan pasca dihantam banjir.

ZONA KOTAMOBAGU – Jembatan gantung yang menjadi akses utama menuju ke Perkebunan Yoyo’ Desa Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Timur, terputus. Pasalnya, jembatan yang baru saja direhabilitasi oleh pemerintah desa setempat tahun lalu dengan anggaran yang bersumber dari Dana Desa (Dandes), roboh diterjang arus air. Kejadian itu Sabtu (12/5). Selain berakibat pada terputusnya akses ke perkebunan warga, juga berdampak pada aktivitas masyarakat khususnya para wisatawan yang hendak berwisata ke Air Terjun Molimpungan.

“Awalnya tidk tahun kalau jembatan ini putus. Tadi pagi (kemarin, red) saya berniat ke kebun, dan saat sampai di sini (jembatan) ternyata sudah tidak bisa lagi dilewati,” kata Mijan Mokodompit, petani desa setempat.

Ia mengungkapkan, putusnya jembatan tersebut membuat ia bersama para petani lainnya tak bisa beraktivitas di kebun. Sebab, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju ke perkebunan Yoyo’.

“Kalau tidak cepat diperbaiki, ini akan sangat mempengaruhi perekonomian warga di sini. Boleh ke kebun, asalkan harus menyebrang sungai, tapi itu sangat beresiko apalagi saat musim hujan seperti ini,” ungkapnya.

Saldan Hampan, warga yang sama berharap jembatan tersebut bisa segera diperbaiki. Jika tidak, warga setempat khususnya yang berprofesi sebagai petani akan kesulitan, terutama saat pergi dan pulang dari kebun.

“Perkenomian masyarakat bergantung di jembatan ini. Warga di sini (Kobo Kecil) rata-rata berprofesi sebagai petani dan berkebun di situ (Yoyo).

Sekretaris Desa (Sekdes), Irwan Mokodompit, mengatakan jembatan tersebut sudah dua kali direnovasi. Pertama dilakukan pada 2015 lalu dengan anggaran Rp18 juta, dan kedua di tahun 2017 dengan anggaran Rp50 juta.

“Ini sudah dibahas di tingkatan desa bersama bersama perangkat dan BPD. Selanjutnya akan kita koordinasikan dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah),” katanya. (ads/gito)

 

Leave a Response