Kapolda Didesak Seriusi Laporan Dugaan Kasus Ijazah Bupati Bolmong

0
522
Kapolda Didesak Seriusi Laporan Dugaan Kasus Ijazah Bupati Bolmong Bolmong
Bupati Bolmong, Salihi Mokodongan

ZONA BOLMONG – Personel Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI), Ahmad Derek Ismail, meminta Polda Sulut segera memroses laporan dugaan kepemilikan ijazah paket B yang diperoleh tanpa mengikuti ujian oleh Bupati Bolmong, Salihi Mokodongan.

Ahmad melaporkan dugaan kasus tersebut pada 28 Oktober 2014, berdasarkan surat tanda terima laporan polisi/pengaduan nomor STTLP/975.a/X/2014/SPKT. “Kami meminta bapak kapolda sulut segera menseriusi laporan kami pada tanggal 28 Oktober 2014,” kata Derek lewat pesan SMS, Minggu (09/11)

Menurutnya, ijazah paket B, Salihi Mokodongan, diperoleh tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) ujian nasional program paket a, paket b dan paket c. “Di daftar hadir ujian paket B yang digelar pada 18-20 November 2008 bertempat di SMP Negeri 2 Matali, memang ada nama Salihi Mokodongan. Namun, yang mengikuti ujian adalah orang lain. Pak Salihi tidak mengikuti ujian dan yang menggantikannya adalah Rahmat Damogalad,” ungkapnya.

Ahmad menambahkan, dirinya memiliki bukti-bukti foto dan dokumen terkait pelaksanaan ujian paket B pada November 2008.

Bupati Bolmong, Salihi Mokodongan, pada wawancara sebelumnya mengatakan bahwa Ijazah pendidikan melalui program paket miliknya, tidak ada yang palsu. laporan terkait ijazah sudah beberapa kali dilapor ke aparat hukum, namun tak cukup bukti. “Tidak ada yang palsu, semuanya asli. Bahkan sudah diperiksa di Puspendik,” kata Salihi.

Salihi melanjutkan, dirinya siap memberikan keterangan jika ada undangan klarifikasi dari penyidik Polda. “Terkait laporan ijasah itu, kita menunggu panggilan. Kalau kita selidiki laporannya itu-itu saja, karena pernah dilaporkan ke Mabes Polri dan MK. Bahkan di Mabes Polri laporanya malahan dikembalikan ke Polda,” Jelas Salihi, Senin pekan lalu.

Peliput: Wiradi Gilalom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here