Karyawan PT J-RBM Merasa Diabaikan Pemkab Boltim

0
660

Karyawan PT J-RBM Merasa Diabaikan Pemkab Boltim Boltim

ZONA BOLTIM – Karyawan perusahaan tambang emas PT J-Resources Bolaang Mongondow (J-RBM) yang beroperasi di Desa Lanut Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim.

Iverlin Mamonto bersama beberapa rekan karyawan perusahaan lainnya kecewa dengan keseriusan Pemkab Boltim dalam memfasilitasi permasalahan yang mereka alami terkait PHK dan pembayaran upah oleh perusahaan tersebut. Mereka pertanyakan kenapa pada akhirnya Pemda melimpahkan persoalan itu ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

“Selain menjadi pertanyaan besar kami, juga sebagai bentuk kekecewaan kami yang juga sebagai rakyat Boltim dan mempunyai pemerintahan sendiri (Pemda Boltim, red) tapi tidak mempunyai fasilitator yang mampu memfasilitasi masalah ini. Apa sebenarnya fungsi pemimpin daerah (Bupati, red) dan instansi terkait? Ini sungguh-sungguh sakit,” ungkap Iverlin sambil meneteskan air mata, dan turut diaminkan karyawan lainnya.

Iverlin lanjut membenarkan penyampaian salah satu rekan kerjanya bahwa, mereka yang tergabung dalam Serikat Pekerta Seluruh Indonesia (SPSI) sudah 35 hari mencari keadilan hingga ke Manado, namun akhirnya kandas karena mereka tidak memiliki ongkos untuk mengajukan kasus tersebut ketingkatan yang lebih tinggi.

“Selain kami sudah disakiti dengan luka yang dalam, juga harga diri kami diinjak-injak tapi kami tetap bangkit karena hak kami yang telah didzolimi PT J-RBM. Yang lebih menyedihkan lagi, ketika kami difasilitasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), namun nihil,” tukasnya.

Sementara itu, Pemda Boltim melalui Kadisnakertrans, Mohammad Yahya membenarkan juga bahwa memang Disnakertrans mempunyai fasilitastor namun masih baru dan sekarang masih disekolahkan kembali.

“Sebenarnya pemda tidak ada niat untuk membiarkan para karyawan, yang ada kami tetap mem-backup karyawan untuk tetap mendapatkan kelayakan kerja dan hak mereka dibayarkan,” kata Yahya.

Sebelumnya juga melalui Asisten II Setda Boltim, Astoni Angmalisan menampik persoalan tersebut. Kata dia, Pemda baru mengetahui hal tersebut melalui surat pemberitahuan yang disampaikan ke Pemda. Penjelasan lebih rincinya disampaikan oleh instansi yang tekait, namun yang pasti Pemda tidak akan tutup mata.

“Ini memang butuh proses, sebenarnya duduk persoalan itu hanya di dalam interen perusahaan, tapi kalau sudah berlebihan berarti ini sudah menyangkut hidup orang banyak di Boltim, dan kalau sudah begini berarti Pemda sudah harus bertindak,” tegas Astoni.

Diketahui dari informasi, persoalan belum ada kenaikan gaji bagi karyawan PT J-RBM ini sudah berlangsung selama 3 tahun terakhir. Meski kemudian pihak perusahaan menjanjikan mengganti dengan bonus yang akan dibayarkan pada bulan Desember 2014 lalu, namun hingga bulan Januari 2015 belum terbayarkan.

Peliput: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here