Kasi Pidsus: Reses di Tiga Desa Kami Anggap Fiktif

0
472
Kasi Pidsus: Reses di Tiga Desa Kami Anggap Fiktif Bolmong Headline
Tampak Herman Kembuan tengah jalani pemeriksaan

ZONA BOLMONG – Proses penyelidikan kasus dugaan korupsi dana reses DPRD Bolmong tahun 2013 terus bergulir. Menyusul, diperiksannya tiga eks legislator Bolmong oleh Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu, Kamis (09/10).

Para legislator yang diperiksa sebagai saksi tersebut, yakni Herman Kembuan, Alfian Pobela dan Lutmadi Tongkad. Ketiganya diperiksa secara terpisah selama 4 jam oleh penyidik Kejari.

Alfian yang datang pada pukul 08.30 Wita, menjalani pemeriksaan di ruangan Seksi Pidana Umum (Pidum). Menyusul Herman yang datang pada pukul 09.17 Wita, menjalani pemeriksaan di ruangan Seksi Pidana Khusus (Pidsus). Sedangkan dilakukan pemeriksaan kepada Lutmadi yang datang pukul 09.27 Wita.

Usai menjalani pemeriksaan puluhan awak media mencegat Alfian untuk diwawancara. Alfian mengaku dirinya mendapat 15 pertanyaan dari penyidik saat pemeriksaan, semuanya berkaitan dengan kegiatan reses 2013. Diungkapkannya, dalam kegiatan reses itu, ia memusatkannya di Desa Bilalang III, Kecamatan Bilalang, “Namun tiga desa lainnya saya kunjungi juga. Tidak ada yang fiktif karena saya melaksanakan kegiatannya,” akunya.

Alfian mengapresiasi kinerja penyidik Kejari dan menghargai proses hukum. Namun dirinya meminta seluruh anggota DPRD periode 2009-2014 harus diperiksa, “30 anggota DPRD periode lalu harus dipanggil semuanya, supaya jelas ketahuan siapa yang benar-benar melakukan reses fiktif,” desaknya.

Sementara, Herman Kembuan mengatakan dalam pemeriksaan diberikan 10 pertanyaan oleh penyidik terkait TGR (Tunggakan Ganti Rugi) dirinya mengaku telah mengembalikanya ke kas negara, “TGR saya Rp20 Juta-an, dan itu telah saya selesaikan,” ujarnya.

Selanjutnya, Lutmadi Tongkad, mengaku telah mengembalikan Rp2 juta dari total TGR sebesar Rp23 juta. Untuk kegiatan reses dirinya bersama dua legislator Dapil Lolayan, Ardiansayah Imban dan Kadir Mangkat melakukan kegiatan reses bersama-sama di satu lokasi, “Reses kami lakukan di Kantor Kecamatan Lolayan,” ungkapnya.

Kasi Pidsus Kejari Kotamobagu, Ivan Bermuli mengatakan, saat memeriksa tiga eks legislator itu, mereka mengaku melakukan reses di satu desa, sementara dalam petunjuk teknis, reses harus dilakukan di empat desa.

“Diperintahkan melakukan reses di empat desa, namun kenyataanya sejumlah anggota DPRD periode lalu mengaku melaksanakannya di satu desa. Reses di tiga desa itu yang kami anggap fiktif. Pengembalian TGR tidak menghapus unsur pidananya,” kata Ivan.

Dia menegaskan, semua kasus menjadi prioritas. Untuk kasus reses ini, pihaknya menargetkan akan meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan pada akhir Oktober ini.

Sementara itu terinformasi, penyidik akan melakukan pemeriksaan dengan memanggil dua mantan anggota DPRD Bolmong pada Jumat besok. Eks legislator yang akan dipanggil tersebut yakni Fonnie Poppie Pandeirot dan Tenty Golasik. Selanjutnya, pada pekan depan, penyidik akan memanggil 10 mantan anggota DPRD Bolmong, “Setelah itu yang incumbent kami panggil,” kata Ivan.

Peliput: Wiradi Gilalom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here