Kasus Sabu Tiga Anggota Polres Bolmong Mulai Disidangkan

0
286

Kasus Sabu Tiga Anggota Polres Bolmong Mulai Disidangkan Headline Hukum

ZONA HUKRIM – Tiga anggota Satuan Narkoba Polres Bolmong yaitu Aiptu AR (45), Bripka JT (36) dan Bripka YU (36), menjalani sidang perdana kasus narkoba di Pengadilan Negeri Kotamobagu, Selasa (07/06) siang tadi.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) K. Ihcent Pelealu, dipimpin majelis hakim yang diketuai Dewantoro, serta dua hakim anggota yakni Raja Bonar Wansi Siregar dan Bernadus Papendang.

Selain tiga anggota polisi tersebut, ikut didakwa dalam kasus yang sama yakni AK (37) warga Desa Pinasungkulan, Kecamatan Modoinding, Minsel. Keempatnya didakwa dalam berkas perkara terpisah.

Data dirangkum zonabmr.com menyebutkan, JPU Pelealu mendakwa ketiga anggota polisi dengan dakwaan kesatu pasal 132 ayat (1) UU No.35/2009 Tentang Narkotika: Atau kedua pasal 127 ayat (1) huruf a UU No.35/2009 Tentang Narkotika; Atau Ketiga pasal 131 UU No.35/2009 Tentang Narkotika. Dakwaan tersebut mengancam ketiganya dengan hukuman maksimal 12 tahun pidana penjara.

Ancaman yang sama dilayangkan JPU kepada terdakwa AK melalui dakwaannya, yakni kesatu pasal 112 ayat (1) UU No.35/2009 Tentang Narkotika; Atau kedua pasal 132 ayat (1) UU No.35/2009 Tentang Narkotika; Atau ketiga pasal 132 ayat (1) UU No.35/2009 Tentang Narkotika.

Dikonfirmasi usai persidangan, salah satu majelis hakim yang juga Humas PN Kotamobagu, Raja Bonar Wensi Siregar, membenarkan gelar sidang perdana tersebut, “Keempat terdakwa akan kembali disidangkan dengan agenda pemeriksaan saksi pada Selasa (14/07) pekan depan,” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga anggota polisi yang satunya menjabat Kanit Narkoba Polres Bolmong itu, diringkus Tim Direktorat Narkoba (Ditnarkoba) Polda Sulut, Rabu (16/3) sekitar pukul 13.00 Wita. Penangkapan itu merupakan hasil penelusuran anggota Tim Subdit III Dirresnarkoba, yang sejak Februari silam sudah mendapatkan informasi bahwa akan ada pengiriman narkoba jenis sabu dengan menggunakan jasa pengiriman.

Kronologi penangkapan bermula setelah anggota Ditnarkoba memastikan adanya paket kiriman tersebut. Anggota lalu melakukan pengendapan yang kemudian langsung mengamankan terdakwa Aiptu AR yang datang mengambil paket tersebut. Berdasarkan keterangannya saat diinterogasi, Aiptu AR mengaku dihubungi Bripka YU untuk menjemput paket tersebut.

Aiptu AR lalu menghubungi Bripka YU. Setelah sepakat bertemu di rumah Aiptu AR. Bripka YU yang datang ke lokasi pun langsung ditangkap. Menariknya, tak berselang lama datang Brigadir JT ke rumah Aiptu AR, yang tak tahu tengah dilakukan penangkapan. Kedatangan Brigadir JT disinyalir untuk mengkonsumsi barang haram tersebut. Ia pun langsung diamankan.

Ketiganya mengaku, barang tersebut milik AK, salah seorang warga setempat. AK pun turut ditangkap. Dari keterangan AK, narkoba yang dikirim dari Kota Denpasar, Provinsi Bali tersebut dibelinya seharga Rp5 juta.

Reporter: Zulkifli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here